Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
DUA kekaisaran lahir di abad yang sama, dua-duanya militeristik, dua-duanya kalah dalam Perang Dunia, tapi nasibnya berlawanan. Jerman punah 1918 dan 1945. Jepang bertahan sampai hari ini. Kenapa?
1. Cara Lahirnya Beda
Kekaisaran Jerman lahir tahun 1871 bukan karena sejarah panjang, tapi karena perang. Bismarck menyatukan 25 kerajaan kecil dengan darah dan besi. Ia adalah rekayasa negara baru . Rakyat Bavaria, Prusia, dan Saxony tidak merasa satu bangsa, mereka dipaksa merasa satu karena musuh bersama: Perancis.
Jepang kebalikannya. Kekaisaran Jepang mengklaim garis keturunan 2.600 tahun dari Dewi Amaterasu. Kaisar bukan politikus, ia adalah pendeta tertinggi Shinto. Orang Jepang tidak bertanya apakah mereka harus setia pada Kaisar, karena Kaisar adalah Jepang itu sendiri. Jerman adalah proyek politik. Jepang adalah agama.
2. Cara Kalahnya Beda
Jerman kalah total di Perang Dunia I. Kaisar Wilhelm II melarikan diri ke Belanda seperti pengecut, menandatangani abdikasi di dalam gerbong kereta. Tentara Jerman masih ada di Perancis, tapi negara di belakangnya sudah runtuh karena revolusi komunis di Berlin dan kelaparan. Rakyat Jerman melihat Kaisar lari, maka Kaisar tidak ada lagi wibawanya. Republik diproklamasikan tanpa perlawanan.
Jepang kalah lebih total di Perang Dunia II — dua bom atom. Tapi Kaisar Hirohito tidak lari. Ia tetap di istana yang dibom, ia merekam pidato menyerah dengan suaranya sendiri, dan rakyat mendengar suara dewa mereka untuk pertama kalinya. Amerika yang menang, Jenderal MacArthur, adalah orang pintar. Ia mengerti: jika ia menghukum Hirohito seperti Wilhelm, Jepang akan perang gerilya 100 tahun. Maka ia memelihara Kaisar, tapi mencopot status dewanya. Kaisar dipertahankan sebagai simbol, bukan penguasa.
Jerman dihukum dengan menghapus Kaisar. Jepang diselamatkan dengan memelihara Kaisar.
3. Musuhnya Beda
Sekutu ingin Jerman hancur. Perancis ingin balas dendam 1871. Traktat Versailles sengaja mempermalukan Jerman: harus mengaku bersalah, harus bayar ganti rugi, harus bubarkan kekaisaran.
Amerika ingin Jepang menjadi benteng anti-komunis. Tahun 1945-1949, komunisme menang di Cina dan mengancam Korea. Amerika butuh Jepang yang stabil. Maka mereka tidak menghukum Jepang seperti Jerman. Mereka memberi konstitusi baru, tapi membiarkan istana tetap berdiri.
Kesimpulan:
Kekaisaran Jerman punah karena ia hanya atap tanpa pondasi. Atapnya — Wilhelm II — bocor, maka seluruh rumah dibongkar. Hitler berusaha mendirikan Drittes Reich, Kekaisaran Ke Tiga. Namun kandas sebab kalah Perang Dunia II.
Kekaisaran Jepang bertahan karena ia adalah pondasinya sendiri. Amerika bisa mengganti atapnya — dari militerisme menjadi demokrasi — tapi tidak berani membongkar pondasinya, karena seluruh rumah Jepang akan runtuh bersama dan menimpa mereka juga.
Jerman adalah kekaisaran yang dibuat oleh tentara. Jepang adalah tentara yang dibuat oleh kekaisaran. Itu bedanya.



KOMENTAR ANDA