Sebuah pesawat komersial berjenis Sukhoi Superjet 100 yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Rusia, Azimuth Airlines, terpaksa melakukan pendaratan darurat di ibu kota Armenia, Yerevan. Insiden ini terjadi menyusul adanya gangguan teknis mendadak yang terdeteksi di tengah penerbangan.
Pesawat tersebut awalnya dijadwalkan untuk terbang melayani rute reguler dari Bandara Internasional Zvartnots di Yerevan menuju Mineralnye Vody, sebuah kota yang terletak di wilayah selatan Rusia. Penerbangan berjalan normal pada fase awal sebelum kendala teknis memaksa kru mengambil tindakan cepat.
Menghadapi situasi darurat di udara, para pilot yang bertugas langsung mengambil langkah prosedural dengan menerbitkan kode darurat internasional atau squawk code 7700. Kode ini dikirimkan ke pusat pengendali lalu lintas udara untuk menandakan bahwa pesawat sedang menghadapi kondisi darurat dan membutuhkan prioritas penanganan segera.
Sebagai tindak lanjut dari status darurat tersebut, awak kokpit memutuskan untuk memutar balik arah penerbangan (return to base) demi alasan keselamatan. Pesawat kemudian mengarah kembali ke titik keberangkatan semula di Yerevan untuk mendarat secepat mungkin.
Pendaratan darurat di Bandara Yerevan dilaporkan berlangsung lancar tanpa insiden fatal tambahan. Unit kendaraan darurat, tim pemadam kebakaran, serta petugas medis bandara langsung dikerahkan bersiaga di landasan pacu menyambut kedatangan pesawat tersebut.
Seluruh penumpang dan awak kabin dipastikan berada dalam kondisi selamat dan berhasil dievakuasi keluar dari kabin pesawat dengan tertib setelah roda pesawat menyentuh landasan dengan aman. Pihak otoritas bandara segera menangani para penumpang untuk diarahkan ke ruang tunggu terminal.
Berdasarkan catatan historis operasional, pesawat dengan registrasi dan rute tertentu ini sempat mengalami catatan insiden serupa di masa lalu. Sekitar setahun sebelumnya, unit pesawat yang sama juga dilaporkan menghadapi kendala keberangkatan di bandara yang sama, di mana pesawat gagal lepas landas pada percobaan pertama dan harus kembali ke pelataran parkir (apron).
Maskapai Azimuth Airlines bersama dengan otoritas penerbangan sipil setempat langsung mengamankan armada tersebut untuk menjalani investigasi mendalam. Pemeriksaan teknis menyeluruh dilakukan guna mengidentifikasi komponen yang memicu gangguan sistem di udara.
Insiden ini kembali menyoroti tantangan pemeliharaan dan keandalan armada pesawat buatan Rusia, Sukhoi Superjet 100, di tengah tekanan rantai pasok global dan pembatasan suku cadang internasional. Perawatan berkala menjadi sorotan penting bagi maskapai regional demi menjamin keselamatan operasional penerbangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Azimuth Airlines belum memberikan keterangan rinci mengenai jenis kerusakan komponen spesifik yang memicu kode darurat tersebut. Para penumpang selanjutnya dijadwalkan untuk diberangkatkan kembali menuju Rusia menggunakan pesawat pengganti yang disiapkan pihak maskapai.



KOMENTAR ANDA