post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan bernada ancaman terhadap Iran. Dalam keterangannya, ia menyatakan bakal menargetkan satu atau dua lokasi penting di negara tersebut, termasuk fasilitas nuklir yang dikenal dengan sebutan Gunung Pickaxe.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa Washington tidak berada dalam posisi terburu-buru untuk mengambil tindakan militer lanjutan. Kendati demikian, ia mengeklaim bahwa pasukan Negeri Paman Sam memiliki kapabilitas untuk merampungkan operasi penyerangan tersebut dalam waktu yang sangat singkat.

"Kita sudah melumpuhkan senjata nuklir mereka. Kita masih mengurus, saya kira, satu atau dua lokasi lagi. Kita bisa melakukannya dalam waktu 10 menit," ujar Trump saat berada di kediamannya di Florida, seperti dikutip dari AFP.

Trump secara spesifik menyoroti keberadaan situs bawah tanah Gunung Pickaxe. Ia bersama sekutu dekatnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, meyakini bahwa Teheran berupaya membangun kembali kemampuan militer serta fasilitas nuklirnya di lokasi tersebut.

Kendati ancaman tersebut terus mengudara, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebutkan bahwa presiden secara resmi belum mengambil keputusan final terkait rencana serangan itu. "Kita bisa mencapai tujuan militer jika kita mau. Dia belum membuat keputusan. Saya tak punya pengumuman soal itu dan kami tak menganggap ringan hal tersebut," ungkap Rubio.

Di sisi lain, ketegangan ini direspons serius oleh pemerintah dan militer Iran. Teheran secara tegas membantah tuduhan bahwa mereka sedang berupaya merekonstruksi fasilitas nuklir rahasia di bawah Gunung Pickaxe seperti yang dituduhkan Washington dan Tel Aviv.

Menanggapi potensi agresi baru tersebut, pihak militer Iran menyatakan kesiapannya untuk memberikan perlawanan habis-habisan. Ancaman dalam bentuk apa pun dipastikan akan dibalas secara cepat dan berdampak luas.

"Ancaman dalam tingkatan atau jenis apapun harus ditanggapi dengan respons yang segera, berdampak, dan tak terbatas secara geografis," ujar pejabat tinggi Iran dalam sebuah pertemuan bersama para komandan senior militer.

Dalam pertemuan penting tersebut, jajaran petinggi militer Iran juga diminta untuk memperbarui daftar target strategis. Daftar sasaran baru itu mencakup seluruh jenis aset, baik yang berwujud maupun tidak berwujud, milik Amerika Serikat di kawasan.

Situasi geopolitik di Timur Tengah kini kembali memanas di tengah bayang-bayang eskalasi militer baru. Publik internasional terus memantau perkembangan retorika antara AS dan Iran, yang berpotensi memicu babak baru konflik terbuka di kawasan tersebut.

 


Iran: Angkatan Darat dan Angkatan Laut Inggris Jadi Organisasi Teroris

Sebelumnya

Demonstran Dukung Persatuan Partai Arab dan Anti-Netanyahu

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia