post image
Foto: ZonaTerbang
KOMENTAR

Sebuah insiden menarik kembali menyoroti efisiensi operasional dan infrastruktur di bandara-bandara besar Amerika Serikat. Seorang kapten pilot maskapai WestJet melontarkan kritik tajam terhadap pengelolaan lalu lintas darat di Bandar Udara Internasional Seattle-Tacoma (SEA).

Kritik tersebut muncul setelah pesawat Boeing 737 yang ia piloti menghabiskan sekitar 800 pon atau setara dengan 362 kilogram bahan bakar hanya untuk proses taxiing atau berjalan menuju landasan pacu. Konsumsi bahan bakar yang masif ini terjadi akibat kemacetan dan antrean panjang di jalur darat bandara sebelum penerbangan dapat lepas landas pada 8 Oktober 20206 lalu.

Dalam video dan laporan yang beredar luas di komunitas aviasi, sang kapten menyuarakan rasa frustrasinya atas waktu tunggu yang tidak biasa di darat. Bagi awak kokpit, pembakaran bahan bakar yang berlebihan sebelum terbang bukan sekadar masalah waktu, melainkan juga menyangkut efisiensi biaya serta ketepatan perencanaan penerbangan.

Penggunaan sekitar 800 pon bahan bakar di darat merupakan jumlah yang sangat signifikan untuk sebuah pesawat lorong tunggal (narrow-body) seperti Boeing 737. Jumlah tersebut biasanya sudah mencakup sebagian besar cadangan bahan bakar taktis untuk mengantisipasi pengalihan rute atau penundaan di udara.

Bandara Internasional Seattle-Tacoma (SEA) memang dikenal sebagai salah satu bandara tersibuk di kawasan Pasifik Barat Laut Amerika Serikat. Tingginya volume penerbangan komersial sering kali membuat infrastruktur taksi darat mengalami hambatan, terutama pada jam-jam sibuk di mana kapasitas landasan dan jalur penghubung diuji secara maksimal.

Insiden ini kembali membuka diskusi di kalangan pengamat industri penerbangan mengenai pentingnya sinkronisasi antara menara pengawas, maskapai, dan otoritas pengelola bandara. Kemacetan di darat tidak hanya merugikan maskapai dari segi finansial, tetapi juga memberikan dampak negatif terhadap emisi karbon global yang seharusnya bisa ditekan.

Maskapai penerbangan saat ini semakin gencar mencari cara untuk menghemat setiap ons bahan bakar demi efisiensi operasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ketika ratusan pon bahan bakar terbuang percuma hanya untuk mengantre di landasan, target keberlanjutan industri aviasi global tentu mendapat tantangan serius.

Kritik terbuka dari pilot WestJet ini diharapkan menjadi alarm bagi pengelola Bandara Seattle-Tacoma untuk segera mengevaluasi manajemen lalu lintas darat mereka. Pengaturan antrean yang lebih cerdas dan pemanfaatan teknologi pemantauan pergerakan pesawat di darat sangat dibutuhkan untuk menghindari kerugian serupa di masa depan.

Bagi para penumpang, insiden ini memberikan wawasan baru bahwa penundaan penerbangan tidak selalu terjadi di udara akibat cuaca buruk. Hambatan di darat, mulai dari antrean panjang hingga tata letak fasilitas bandara yang padat, memegang peran besar dalam mengubah jadwal penerbangan secara keseluruhan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas Bandara Seattle-Tacoma belum memberikan tanggapan resmi secara mendalam terkait kritik spesifik yang dilayangkan oleh sang kapten WestJet. Kendati demikian, desakan dari komunitas penerbangan agar ada perbaikan tata kelola operasional darat semakin kencang terdengar.


Sukhoi Superjet 100 Azimuth Airlines Terpaksa Lakukan Pendaratan Darurat di Yerevan Akibat Masalah Teknis

Sebelumnya

Maskapai Berlomba Manjakan Penumpang Kelas Ekonomi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews