Identitas pilot yang memegang kendali pesawat Learjet 60 yang jatuh di Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, akhirnya terungkap. Korban adalah Jeff Gregory (55), seorang kapten berpengalaman asal Pennsylvania yang dikenal sebagai sosok ayah yang berdedikasi serta pribadi yang taat beragama.
Di balik tragedi yang merenggut sembilan nyawa pada hari Minggu tersebut, kisah hidup dan detik-detik terakhir Kapten Jeff mulai dibagikan oleh keluarga, kerabat, serta sahabat masa kecilnya.
Jeff meninggalkan seorang istri tercinta bernama Cheryl serta tiga orang anak. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai seorang Kristen yang taat dan memegang teguh iman sejak masa kanak-kanak. Menurut seorang sahabat sekaligus mantan tetangganya, Jeff tumbuh dengan aktif menghadiri kegiatan di Limerick Chapel di Pennsylvania, tempat orang tua mereka bekerja dan di mana ia menempuh pendidikan di sekolah Kristen kecil.
Sahabat masa kecilnya mengenang Jeff sebagai sosok yang sejak kecil telah memimpikan dunia penerbangan, bahkan kerap mengenakan jaket bomber kulit kesayangannya. Impian masa kecil itu ia wujudkan dengan memulai pelatihan aviasi pada tahun 1990-an, hingga akhirnya membangun karier cemerlang melakukan apa yang paling ia cintai. Rekan-rekan mengenalnya sebagai pekerja keras yang rajin, dapat diandalkan, dan berdedikasi tinggi.
Lantunan Doa di Detik-Detik Terakhir Kokpit
Tragedi jatuhnya pesawat ini meninggalkan duka yang teramat dalam, terutama setelah terungkapnya situasi mencekam di dalam kokpit. Saat pesawat dengan cepat kehilangan ketinggian di tengah cuaca ekstrem berupa es dan turbulensi, suara seorang pria terdengar melalui radio tengah melafalkan Doa Bapa Khusus (Lord's Prayer).
Suara pria yang melantunkan bait “Who art in heaven, hallowed be thy name…” tersebut diyakini kuat merupakan suara dari Kapten Jeff Gregory. Ia melantunkan doa tersebut sementara co-pilotnya yang berusia 20 tahun, Nathalia Gadelha Filgueiras, secara desperat terus berkomunikasi dengan pengatur lalu lintas udara (ATC) untuk melaporkan situasi darurat.
Pihak gereja masa kecilnya di Pennsylvania telah menyampaikan pesan duka mendalam atas kepergian Jeff, mengenang bahwa ia kini telah “pulang ke rumah bersama Tuhan”.
Penyelidikan resmi oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) masih terus berjalan untuk mengupas tuntas penyebab kecelakaan nahas ini. Namun, di tengah proses investigasi, kenangan tentang dedikasi dan keteguhan iman Kapten Jeff Gregory akan terus dikenang oleh orang-orang terkasihnya.



KOMENTAR ANDA