post image
Kabinet Merah Putih
KOMENTAR

Presiden Prabowo Subianto diminta melakukan evaluasi besar-besaran terhadap para menteri yang tidak memiliki kemampuan dalam melakukan komunikasi publik yang baik. Desakan ini disampaikan Praktisi hukum Luhut Parlinggoman Siahaan mendesak seiring banyaknya menteri yang tidak pernah muncul di publik untuk menjelaskan kebijakan serta program kementeriannya kepada masyarakat.

Menurut Luhut, jabatan menteri merupakan amanah rakyat yang harus diiringi tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara terbuka, termasuk ketika pemerintah menghadapi kritik dan pertanyaan publik. Menteri tidak cukup hanya melaporkan kinerja kepada presiden, tetapi juga harus hadir menjelaskan kebijakan kepada masyarakat yang merasakan langsung dampak program pemerintah.

“Kalau menterinya sembunyi, takut dikritik, atau cuma mau enaknya doang, ya jangan heran kalau rakyat ngerasa nggak ada perubahan. Di zaman medsos sekarang, apa pun yang ditutup-tutupi pasti bakal ketahuan,” kata Luhut, Senin, 2 November 2026.

Luhut mengatakan ada data yang menyebutkan 89 dari 127 menteri dan wakil menteri, atau lebih dari 70 persen, tidak pernah tampil dalam dialog televisi nasional. Sementara itu, 81 persen disebut tidak pernah hadir dalam podcast publik. 

“Minimnya komunikasi langsung dari para menteri berpotensi memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah mungkin merasa telah bekerja keras menjalankan berbagai program, tetapi masyarakat belum tentu merasakan manfaatnya apabila informasi mengenai pelaksanaan, capaian, dan kendala program tidak disampaikan secara terbuka,” ungkapnya.

Dalam situasi tersebut, penjelasan kepada publik kerap dibebankan kepada juru bicara pemerintah atau Kantor Staf Presiden (KSP). Padahal, menurut Luhut, menteri sebagai penanggung jawab sektor harus berani tampil langsung untuk memberikan penjelasan dan mempertanggungjawabkan kebijakan yang dijalankan.

Ia menegaskan, komunikasi publik bukan sekadar kegiatan pencitraan, melainkan bagian penting dari akuntabilitas pemerintahan. 

“Menteri harus mampu menjelaskan capaian, mengakui kekurangan, serta menjawab kritik secara objektif dan transparan,” tegasnya.

Karena itu, Luhut meminta Presiden Prabowo mengevaluasi kinerja para pembantunya, termasuk kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat. Menteri yang dinilai tidak menunjukkan kinerja optimal dan enggan menjalankan tanggung jawab komunikasi publik, menurutnya, perlu mendapat evaluasi serius.

Luhut berharap Kabinet Merah Putih diisi figur yang tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga berani turun ke lapangan, terbuka terhadap kritik, dan memastikan masyarakat memahami sekaligus merasakan manfaat program pemerintah.

Menurutnya, keterbukaan para menteri menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.


Penyerbuan Ponpes Putri Hamalatul Quran Sukoharjo: Perlawanan Balik Lewat Pembusukan?

Sebelumnya

Jangan Biarkan Santriwati Takut Kepada Polisi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Nasional