Pangeran Moulay El Hassan meresmikan operasional terminal peti kemas pertama di Pelabuhan Nador West Med, yang terletak di komune Iaazzanene, Provinsi Nador, Sabtu lalu, 30 Oktober 2026. Langkah ini menandai tonggak sejarah awal dalam operasionalisasi kompleks industri-pelabuhan Nador West Med yang telah memobilisasi investasi publik dan swasta senilai 54 miliar dirham (MAD).
Peluncuran operasional terminal peti kemas “Timur” (East) oleh Moulay El Hassan atas izin ayahnya, Raja Mohammed VI, mencerminkan perhatian khusus Raja dalam mengembangkan infrastruktur nasional berskala besar. Hal ini merupakan prioritas bagi transformasi ekonomi Kerajaan untuk memunculkan pusat-pusat pertumbuhan industri, logistik, dan ekonomi baru yang didukung oleh infrastruktur pelabuhan yang terdiversifikasi, kompetitif, serta berorientasi internasional.
Terminal “Timur” yang baru ini memiliki dermaga linier sepanjang 1.520 meter, kedalaman 18 meter, dan area lapangan seluas 70 hektare, dengan kapasitas mencapai 3,5 juta peti kemas pada tahun 2030. Dengan investasi sekitar 5 miliar dirham, terminal tersebut dikonsesikan kepada konsorsium yang terdiri dari Marsa Maroc dan Terminal Investment Limited—anak perusahaan dari MSC Group—yang akan mengelola serta merawat terminal ini selama 25 tahun ke depan.
Selain terminal “Timur”, kompleks Nador West Med juga mencakup terminal peti kemas kedua bernama terminal "Barat" (West) dengan kapasitas 1,8 juta TEU. Terminal yang membutuhkan investasi sekitar 3 miliar dirham ini memiliki panjang dermaga 900 meter dan area lapangan seluas 38 hektare, serta dijadwalkan mulai beroperasi pada April 2027 untuk melengkapi total kapasitas pelabuhan hingga 5,3 juta peti kemas.
Proyek ambisius ini turut dilengkapi dengan berbagai terminal khusus lainnya, termasuk terminal kargo umum seluas 22 hektare berkapasitas 3 juta ton yang dijadwalkan beroperasi pada Desember 2028. Selain itu, terdapat terminal kargo curah berkapasitas 7 juta ton yang dijadwalkan rampung pada Juni 2027, serta terminal roll on-roll off berkapasitas 400.000 unit dengan dermaga sepanjang 380 meter yang telah diserahterimakan pada September 2026.
Kompleks pelabuhan ini juga akan menaungi pusat energi terdepan yang mencakup terminal gas alam cair (LNG) berkapasitas 5 miliar meter kubik dengan dermaga sepanjang 360 meter. Fasilitas energi tersebut dipadukan dengan terminal hidrokarbon berkapasitas 25 juta ton yang memiliki tiga dermaga berukuran 125 meter dan dijadwalkan mulai beroperasi pada April 2027.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, kompleks industri-pelabuhan Nador West Med diproyeksikan mampu menciptakan 14.000 lapangan kerja langsung dan 20.000 lapangan kerja tidak langsung dalam jangka pendek, khususnya bagi generasi muda. Kawasan ini juga menaungi pusat industri dan logistik seluas 700 hektare yang berhasil menarik investasi swasta hingga 12 miliar dirham.
Guna mendukung kelancaran mobilitas, berbagai proyek infrastruktur perhubungan dirancang untuk menghubungkan kawasan megah ini dengan wilayah sekitarnya. Proyek aksesivitas tersebut meliputi jalur kereta api sepanjang 49 kilometer antara Selouane dan Nador West Med, serta sambungan jalan tol sepanjang 105 kilometer dari kota Guercif.
Kehadiran infrastruktur pelabuhan ini dinilai sebagai penggerak penciptaan kekayaan dan lapangan kerja yang kuat yang bertujuan untuk menarik investasi produktif serta merangsang kegiatan ekonomi baru. Sejalan dengan Visi Kerajaan, program pelatihan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan industri masa depan juga akan diterapkan guna mempromosikan integrasi profesional bagi kaum muda.
Secara keseluruhan, kompleks industri-pelabuhan Nador West Med mewujudkan visi strategis jangka panjang untuk memaksimalkan keunggulan komparatif Maroko di kancah perdagangan maritim internasional. Mengandalkan sinergi dengan pelabuhan Tanger Med dan proyek masa depan seperti Dakhla Atlantique, proyek ini memperkokoh posisi Maroko sebagai pusat logistik global terkemuka yang menghubungkan kawasan Mediterania, Eropa, Timur Tengah, dan Asia.



KOMENTAR ANDA