Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pabrik pesawat Airbus tidak menerbitkan katalog yang selain menjelaskan spesifikasi juga menyebutkan harga produk.
Pihak Airbus mengatakan, harga yang tercantum dalam katalog sesungguhnya tidak mencerminkan nilai akhir yang disepakati antara pihak pabrik dan pembeli.
“Harga di dalam katalog relatif tidak ada artinya,” ujar Chief Commercial Officer Airbus yang baru, Christian Scherer, kepada FlightGLobal saat menghadiri Paris Air Show belum lama ini.
Sementara itu, pesaing utama Airbus, produsen pesawat Amerika Serikat Boeing telah menerbitkan katalog produk mereka di tahun 2019.
Di tahun-tahun yang lalu, Airbus selalu menerbitkan katalog produk lengkap dengan harga jual. Di dalam katalog tahun 2018, pihak Airbus juga menjelaskan bahwa mereka menaikkan harga sebesar 2 persen. Harga itu berlaku sejak 1 Januari 2018.
Bagaimanapun juga, katalog produk dan harga memiliki arti penting bagi konsumen saat menilai dan membandingkan produk-produk yang ada di pasar.
“Harga tahun 2018 kami merefleksikan keberlanjutan investasi Airbus dalam program pesawat untuk memaksimalkan nilai perusahaan untuk kenyamanan konsumen, dengan memenangkan kombinasi dari performa, nilai keekonomian operasional dan pengalaman penumpang,” ujar Chief Operating Officer Customers, Airbus Commercial Aircraft, John Leahy, dalam sebuah keterangan.
Merujuk pada apa yang disampaikan pejabat-pejabat Airbus ini, kata kunci dari harga produk Airbus kini adalah kastomasi, atau penyesuaian produk akhir dengan keinginan pembeli.
Harga unit yang diproduksi Airbus tergantung dari berat desain, pilihan mesin dan level kastomasi yang dipilih.
Selain itu, faktor non-harga juga ikut menentukan. Misalnya, tingkat pembakaran dan efisiensi mesin, berat total pesawat, biasa perawatan dan perbaikan, rute potensial yang bisa diambil, juga tingkat kebisingan, dan sebagainya. Semuanya dimonetasi dan direfleksikan sebagai nilai yang disepakati dalam kontak jual beli.




KOMENTAR ANDA