post image
Garuda Indonesia
KOMENTAR

Maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) resmi melakukan perombakan pada struktur pengurus perusahaan. Keputusan ini ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu, 13 Mei 2026.

Rapat krusial tersebut dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 384,27 miliar lembar saham, atau setara dengan 94,39 persen dari total hak suara. Salah satu poin utama yang disepakati adalah rotasi kepemimpinan, di mana Frans Dicky Tamara diangkat sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service. Sebelumnya, Frans menjabat sebagai Komisaris sejak Oktober 2025.

Selain itu, RUPST menunjuk Sugito Anjasmoro sebagai Komisaris baru, menggantikan Frans Dicky Tamara. Bersamaan dengan itu, perseroan memberhentikan dengan hormat Eksitarino Irianto dari posisinya sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service.

Rapor Keuangan Kuartal I 2026: Sinyal Positif Pemulihan

Di samping perombakan pengurus, Garuda Indonesia melaporkan perkembangan bisnis yang menjanjikan pada awal tahun 2026. Selama periode Januari hingga Maret, pendapatan usaha konsolidasian grup naik 5,36 persen menjadi USD 762,35 juta. Sektor penerbangan berjadwal tetap menjadi motor penggerak utama dengan sumbangan USD 648,10 juta, tumbuh 7,36 persen secara tahunan.

Kabar baik lainnya datang dari sisi efisiensi. Garuda berhasil memangkas kerugian bersih hingga 45,2 persen menjadi USD 41,62 juta pada kuartal pertama tahun ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menilai pencapaian ini sebagai bukti kuat bahwa fundamental bisnis perusahaan sedang menguat. "Peningkatan kapasitas dan trafik penumpang menunjukkan bahwa transformasi yang kami jalankan berada di jalur yang benar menuju progres positif," ungkap Glenny dalam keterangan resminya, Kamis, 14 Mei 2026.

Strategi Mendatang dan Formasi Baru

Kedepannya, Garuda akan menitikberatkan pada keunggulan operasional, disiplin biaya, keandalan layanan, serta akselerasi digital. Dengan susunan manajemen yang baru, perusahaan optimistis dapat mempercepat fase turnaround untuk menjadi maskapai nasional yang lebih berdaya saing.

Berikut adalah komposisi terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia:

Dewan Komisaris:
Komisaris Utama & Independen: Fadjar Prasetyo
Komisaris Independen: Mawardi Yahya
Komisaris: Chairal Tanjung
Komisaris: Sugito Anjasmoro

Dewan Direksi:
Direktur Utama: Glenny Kairupan
Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
Direktur Teknik: Mukhtaris
Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills 

Garuda Indonesia berawal dari penerbangan sipil pertama pada 26 Januari 1949 dengan nama Indonesian Airways. Bermodal pesawat sumbangan rakyat Aceh (Seulawah RI-001), maskapai ini menjadi pilar utama transportasi udara Indonesia. Nama "Garuda" diberikan langsung oleh Presiden Soekarno yang terinspirasi dari kendaraan Dewa Wisnu dalam mitologi Hindu.

Berikut adalah tonggak sejarah penting maskapai nasional kebanggaan Indonesia:

26 Januari 1949: Cikal bakal maskapai didirikan dengan nama Indonesian Airways, yang awalnya menyewakan pesawat ke pemerintah Burma (Myanmar).
28 Desember 1949: Maskapai resmi terbang dengan nama Garuda Indonesian Airways untuk menjemput Presiden Soekarno di Yogyakarta.
1950: Garuda resmi beroperasi sebagai perusahaan patungan antara pemerintah Indonesia dan KLM (maskapai Belanda) dengan total 38 armada terbang.
1956: Garuda Indonesia mencatatkan sejarah menerbangkan jamaah haji Indonesia pertama ke Mekkah.
1965: Perusahaan merintis rute penerbangan jarak jauh ke kawasan Eropa, dengan tujuan akhir di Amsterdam, Belanda.
1980-an hingga 1990-an: Maskapai ini mengalami restrukturisasi besar-besaran, membangun pusat pelatihan karyawan (GITC), dan sempat melebarkan sayap rute penerbangan hingga ke Amerika Serikat pada 1985.
2014: Garuda Indonesia resmi bergabung dengan aliansi maskapai global SkyTeam, memperluas jaringan konektivitasnya hingga ke seluruh dunia. 

Saat ini, Garuda Indonesia terus beroperasi sebagai flag carrier yang menghubungkan berbagai destinasi domestik dan internasional. Untuk melihat rute, promo, dan pemesanan tiket terkini, Anda bisa mengunjungi situs resmi Garuda Indonesia.


Pesawat Jatuh di Samudra Atlantik, 11 Orang Berhasil Diselamatkan

Sebelumnya

China Sepakati Pembelian 200 Pesawat Boeing dalam Kunjungan Presiden Trump

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews