Jumlah korban tewas yang tercatat di pihak Venezuela dalam operasi penculikan Presiden Nicolas Maduro bertambah menjadi 80 orang. Di antara korban tewas itu terdapat 32 warga Kuba yang menjadi bagian dari pasukan pengawal Maduro.
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino dalam keterangannya juga mengataan bahwa sebagian besar tim keamanan Maduro tewas dalam serangan militer AS.
Dalam pidato yang disiarkan televisi seperti dilaporkan Anadolu, Padrino menuduh personel militer AS yang melakukan operasi tersebut “dengan kejam membunuh sebagian besar tim keamanan (Maduro), tentara, dan warga sipil yang tidak bersalah.”
Dalam pidatonya, Padrino juga menyebut Maduro sebagai pemimpin yang otentik dan sah.
Pernyataan Padrino disampaikan sehari setelah Presiden Donald Trump mengurai keberhasilan aksi militer AS menculik Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Trump juga berjanji untuk menegakkan kendali Amerika atas negara itu untuk sementara waktu, dengan pasukan AS jika perlu.
Trump menuduh Maduro mengawasi pengiriman narkoba ke AS dan memegang kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu. Maduro, yang saat ini ditahan di fasilitas penahanan New York karena tuduhan narkoba, telah menolak tuduhan tersebut, dan para pejabat di Caracas telah menyerukan pembebasannya.
Sementara Padrino menuntut pembebasan Maduro dan istrinya secara "cepat".
“Kami menuntut agar dunia memperhatikan dengan saksama segala sesuatu yang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusinya,” tambah dia.
Setelah AS menangkap Maduro, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk “segera” menjabat sebagai presiden sementara.
Padrino juga mengatakan bahwa militer telah memberikan dukungannya kepada Rodriguez.
“Kami sepenuhnya mendukung Dekrit Keadaan Darurat Eksternal di seluruh wilayah nasional, yang telah ditandatangani sebelumnya,” tambahnya.
Padrino mengatakan bahwa angkatan bersenjata negara akan terus menggunakan "semua kemampuan yang tersedia" untuk keamanan, pemeliharaan ketertiban internal, dan pelestarian perdamaian.


KOMENTAR ANDA