Serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI yang bertugas di Lebanon merupakan bagian dari rangkaian pelanggaran dan tindakan brutal yang terus dilakukan tentara Israel tanpa menghormati hukum internasional maupun prinsip-prinsip kemanusiaan.
“Para korban ini kini bergabung dalam deretan panjang syuhada yang menjadi sasaran di Gaza dan Lebanon,” ujar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Tantan Taufik Lubis dalam keterangan kepada redaksi Zona Terbang.
Tiga prajurit TNI yang tewas itu adalah adalah Mayor Zulmi Aditya Iskandar (33), Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan (25), dan Kopral Farizal Rhomadhon (27).
Selain itu, lima prajurit TNI lainnya terluka dalam serangan terhadap konvoi logistik. Mereka adalah Kapten Sulthan Wirdean Maulana, Kopral Rico Pramudia, Kopral Arif Kurniawan, Kopral Bayu Prakoso, dan Prajurit Deni Rianto.
Tantan menambahkan serangan itu adalah bukti nyata bahwa pendudukan Israel tidak menghormati keberadaan pasukan internasional penjaga perdamaian (UNIFIL). Hal ini menjadi peringatan keras bagi dunia internasional mengenai risiko keamanan di wilayah konflik tersebut. Pasukan internasional kini menjadi sasaran langsung, menunjukkan tidak adanya zona aman dari agresi Israel.
Pendudukan dan penyerangan Israel secara konsisten melanggar hukum internasional, norma, serta kesepakatan yang telah dicapai dengan para mediator.
“PBB harus bergerak dan memberikan sanksi tambahan yang jauh lebih keras terhadap militer Israel. Perilaku ini tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi hukum yang tegas,” tegas Tantan yang juga merupakan Presiden World NYC Federation
Di sisi lain, Komando Sayap Paramiliter KNPI, Brigade Pemuda Nasional, mengeluarkan seruan yang lebih tegas. Komandan Brigade Pemuda Nasional, Arief Darmawan, menyerukan agar negara-negara Islam bersatu menghadapi kolonialisme modern ini.
“Kami menyerukan negara-negara Islam untuk bersatu dan angkat senjata berjihad melawan penjajah Israel. Pemuda Islam harus menjadi garda terdepan perjuangan melawan kolonialisme yang dilakukan secara terang-terangan di depan mata dunia,” pungkas Arief Darmawan.
DPP KNPI menutup pernyataan ini dengan doa tulus bagi para prajurit yang gugur. Semoga Allah SWT memberikan rahmat yang luas bagi para syuhada, memberikan kesabaran serta ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan, dan senantiasa melindungi rakyat serta bangsa Indonesia.




KOMENTAR ANDA