post image
Asap mengepul di Beirut dari ledakan akibat serangan Israel, Kamis, 9 April 2026./Reuters
KOMENTAR

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras berbagai serangan yang dilancarkan Israel terhadap Beirut dan berbagai wilayah di Lebanon. Serangan yang dilakukan setelah perjanjian gencatan senjata antara AS dan Israel dengan Iran ini telah menyebabkan banyak korban jiwa di kalangan sipil serta kerusakan fisik.

“Serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional serta berisiko semakin memperburuk ketegangan regional yang membahayakan keamanan global,” tulis Kemlu RI di akun X @Kemlu_RI.

Karena itu, Indonesia menuntut Israel untuk segera dan secara permanen menghentikan kekerasan dan agresi di Lebanon.

Indonesia juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, sesuai dengan kewajiban hukum internasional.

“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri secara maksimal, melakukan upaya de-eskalasi, mengedepankan dialog, serta menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi,” demikian Kemlu RI.

Tewaskan 254 Orang

Serangan Israel ke berbagai lokasi di Lebanon, termasuk ibu kota Beirut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari 1.165 orang.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkilah mengatakan bahwa Lebanon tidak akan termasuk dalam gencatan senjata dengan Iran.

Menurut Al Jazeera, ini adalah serangan terbesar yang dilakukan Israel ke Lebanon sejak konflik pecah di wilayah itu awal Maret lalu.

Adapun Al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon mengatakan bahwa rezim Israel telah menyerang daerah pemukiman padat penduduk, dari ibu kota Beirut dan pinggiran selatannya hingga daerah di Saida dan Nabatieh di selatan dan Bekaa di Lebanon timur.

Palang Merah Lebanon seperti dilaporkan memperkirakan korban jiwa bisa lebih dari 300 orang. 


Dipimpin Indonesia, 67 Negara Sponsor Pasukan Perdamaian PBB Kecam Serangan yang Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon

Sebelumnya

Semangat April 1965 Modal Sosial untuk Dukung Stabilitas Semenanjung Korea

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia