Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) resmi melangkah ke tahap produksi jet tempur nirawak pengisi bahan bakar, MQ-25 Stingray. Penjabat Sekretaris Angkatan Laut AS, Hung Cao, mengumumkan dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat pada 19 Mei 2026 bahwa sistem ini telah mencapai Milestone C dan disetujui untuk masuk ke fase Low-Rate Initial Production (LRIP).
Pencapaian strategis ini diraih hanya kurang dari sebulan setelah MQ-25 Stingray sukses menjalani penerbangan perdana sebagai model produksi representatif pada 25 April 2026. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak sejarah penting yang mempercepat transisi program ini dari fase pengembangan menuju produksi massal dalam waktu dekat.
Dalam waktu dekat, Angkatan Laut AS dijadwalkan akan memberikan kontrak LRIP Lot 1 untuk tiga unit pesawat. Kontrak ini diperkirakan akan mencakup opsi harga untuk tambahan tiga pesawat pada Lot 2 dan lima pesawat pada Lot 3, yang menegaskan komitmen AS dalam mengintegrasikan teknologi nirawak ke dalam armada kapal induk mereka.
Hung Cao menyatakan bahwa MQ-25 Stingray akan memberikan keunggulan decisif bagi kelompok tempur kapal induk (Carrier Strike Groups). Dengan kemampuan pengisian bahan bakar di udara yang persisten, drone ini akan memperluas jangkauan operasional sekaligus meningkatkan daya hancur dan fleksibilitas taktis armada laut Amerika Serikat dalam menghadapi musuh.
Boeing, selaku produsen utama, menyambut antusias pencapaian tersebut. Pihak perusahaan menyatakan fokus mereka saat ini adalah memastikan transisi yang mulus dalam menghadirkan pesawat pengubah peta kekuatan ini ke tangan operasional armada dan mengintegrasikannya secara utuh ke dalam sayap udara kapal induk.
MQ-25 Stingray sendiri dirancang untuk menggantikan peran pengisian bahan bakar yang saat ini masih diemban oleh F/A-18 Super Hornet. Dengan pengalihan tugas ini, jet tempur berawak akan lebih leluasa membawa persenjataan alih-alih tangki bahan bakar cadangan, yang secara otomatis meningkatkan efektivitas tempur secara keseluruhan.
Dalam penerbangan perdananya di Illinois, MQ-25 mendemonstrasikan kemampuan otonom dalam melakukan taxi, lepas landas, terbang, hingga mendarat dengan respons yang presisi terhadap perintah dari stasiun kendali darat. Pesawat ini nantinya akan mampu menyalurkan hingga 14.000–16.000 pon bahan bakar pada jarak 500 mil laut.
Ke depan, Angkatan Laut AS berencana melakukan pengadaan total 76 unit MQ-25 Stingray. Setelah sukses dengan serangkaian uji coba awal, pesawat ini dijadwalkan akan segera dipindahkan ke Pax River untuk menjalani persiapan kualifikasi kapal induk, yang ditargetkan selesai di atas USS Theodore Roosevelt pada akhir tahun 2026 ini.




KOMENTAR ANDA