Bagaimana pun pernyataan yang disampaikan Ibu Negara AS Melania Trump mengenai ketidakdekatan dirinya dengan Jeffrey Epstein adalah sesuatu yang mengejutkan dan tidak diantisipasi sebelumnya.
Jeffrey Edward Epstein dikenal sebagai seorang pemodal Amerika dan pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Ia memulai kariernya sebagai guru matematika di Dalton School, sebelum memasuki sektor perbankan dan keuangan.
Selama beberapa dekade, ia memperoleh sebagian besar kekayaannya dengan menyediakan layanan pajak dan warisan kepada para miliarder, dan membina lingkaran sosial elit yang terdiri dari individu-individu terkemuka.
Pada tahun 2008, ia dihukum karena meminta anak di bawah umur untuk prostitusi. Di tahun 2019 dia didakwa 2019 karena perdagangan seks anak di bawah umur pada tahun 2000an. Ia meninggal dalam tahanan saat menunggu persidangannya; kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri. Dan juga masih misteri.
Selama ini beredar foto yang memperlihatkan kedekatan Melania dan suaminya, Donald Trump dengan Jeffrey Epstein.
Kasus ini menyeret sejumlah nama pejabat dan mantan pejabat AS. Termasuk beberapa nama mantan presiden AS, selain Donald Trump. Spekulasi liar yang berkembang pun mengatakan, salah satu alasan di balik serangan AS ke jantung pertahanan Iran adalah untuk memendam kasus Epstein Files menjelang pemilu sela bulan November mendatang.
Donald Trump dalam sejumlah kesempatan mengakui dirinya mengenal Epstein untuk beberapa waktu. Tapi, ujar Trump lagi, dia mengusir Epstein yang belakangan disebut sebagai agen Mossad dari klub Mar-a-Lago di Palm Beach.
Yang jelas nama Trump muncul berkali-kali dalam Epstein Files.
Setelah Melania memberikan pernyataan mengenai Epstein, Anggota DPR dari Partai Demokrat dapil California Robert Garcia, mengatakan bahwa pihaknya setuju dengan Melani agar kasus Epstein ini disidangkan secara terbuka.
Ia mendesak Ketua Komite di DPR dari Partai Republik James Comer untuk menanggapi permintaan Ibu Negara dan segera menjadwalkan sidang terbuka.




KOMENTAR ANDA