Yang satu berteriak melalui kekerasan.
Yang lain diam melalui penyangkalan.
Namun bagi korban, tidak ada perbedaan.
168 kursi di Minab tetap kosong.
Dan di antara reruntuhan sekolah dan ruang kekuasaan, terdapat satu hal yang paling mengganggu: bukan amarah, bukan ideologi, tetapi kekosongan: kekosongan yang persis seperti yang memungkinkan kekerasan ISIS terjadi sejak awal.
Kekosongan itu adalah pola.
Kekosongan itu adalah sistem.
Dan ketika ia dibiarkan, kekosongan itu menjadi wajah kekuasaan itu sendiri.




KOMENTAR ANDA