Sebuah penerbangan Air Canada Express terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Logan Boston setelah sang kapten pilot mengalami kejang di tengah penerbangan. Insiden medis yang mengejutkan ini memicu situasi darurat di udara sebelum akhirnya pesawat berhasil dikendalikan dengan aman.
Penerbangan dengan nomor AC7664 tersebut dioperasikan oleh maskapai PAL Airlines menggunakan pesawat regional bermesin turboprop ganda, De Havilland Canada DHC-8 (Dash 8). Pesawat sedang melayani rute berjadwal harian dari Bandara Internasional Liberty Newark di New Jersey menuju Bandara Internasional Stanfield Halifax di Nova Scotia, Kanada.
Menurut laporan yang dihimpun, kapten pilot tiba-tiba mengalami kejang hebat saat pesawat berada di ketinggian, yang sempat menyebabkan pesawat bergoyang di udara. Karena kejang tersebut menimbulkan gerakan tubuh yang tidak terkendali, beberapa penumpang bahkan harus turun tangan untuk membantu menahan tubuh sang pilot di dalam kabin demi keselamatan bersama.
Beruntung, kopilot atau First Officer yang bertugas segera mengambil alih kendali penuh atas pesawat Dash 8 tersebut. Pihak Air Canada menegaskan bahwa seluruh pilot mereka telah dilatih secara profesional untuk menerbangkan dan mendaratkan pesawat dengan aman secara mandiri tanpa bantuan pilot kedua dalam situasi darurat seperti ini.
Pihak maskapai juga mengonfirmasi bahwa terdapat 61 penumpang yang berada di dalam pesawat De Havilland Q400 tersebut saat peristiwa menegangkan itu berlangsung. Berkat ketangkasan kopilot dan kerja sama para kru, seluruh penumpang dilaporkan berada dalam kondisi selamat tanpa mengalami cedera.
Mengingat sifat situasi yang sangat mendesak, Bandara Internasional Logan di Boston dipilih sebagai titik pengalihan rute terdekat. Petugas pemadam kebakaran dari Massport Fire Rescue beserta tim medis darurat (EMS) Boston langsung bersiaga penuh di landasan pacu untuk memberikan pertolongan pertama begitu pesawat mendarat.
Segera setelah pesawat menyentuh landasan pada pukul 13.56 waktu setempat, kapten pilot langsung dievakuasi dari kokpit dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, pihak Air Canada segera bergerak cepat untuk menyelesaikan urusan logistik dan kelanjutan perjalanan bagi puluhan penumpang yang sempat tertahan.
Akibat insiden ini, jadwal penerbangan yang semula direncanakan tiba di Halifax pada pukul 16.01 mengalami penundaan yang cukup signifikan. Pesawat terpaksa tertahan di bandara Boston selama hampir lima setengah jam sebelum akhirnya diizinkan untuk lepas landas kembali pada pukul 19.20 malam.
Setelah melanjutkan penerbangan selama satu jam 11 menit, pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Halifax pada pukul 21.31 waktu setempat. Meskipun mengalami keterlambatan hingga hampir lima jam dari jadwal asli, para penumpang merasa lega karena situasi kritis tersebut dapat diatasi dengan baik oleh kru yang bertugas.
Pesawat PAL Airlines berusia 25 tahun dengan nomor registrasi C-GPOE tersebut kini dilaporkan telah kembali beroperasi sesuai jadwal normal. Setelah bermalam di Halifax, pesawat turboprop yang menjadi urat nadi konektivitas udara di Nova Scotia ini sudah kembali menerbangkan penumpang keesokan harinya dengan rute menuju Ottawa, Quebec, dan Fredericton.




KOMENTAR ANDA