Akhir kata, sama-sama kita garisbawahi bahwa diplomasi lingkungan bukanlah ruang hampa yang diisi oleh romantisasi ekologis semata. Ia adalah arena pertarungan kepentingan nasional yang membutuhkan kecerdasan taktis dan ketegasan sikap.
Studi “Collapse” memberikan pelajaran berharga bahwa kelangsungan hidup suatu bangsa ditentukan oleh keputusannya hari ini dalam mengelola alam. Indonesia siap bekerja sama dengan siapa pun di dunia internasional, selama kemitraan tersebut dibangun di atas landasan penghormatan terhadap kedaulatan, pengakuan atas kontribusi nyata Indonesia yang berbasis data empiris, serta komitmen untuk tumbuh bersama secara berkelanjutan.
Kita tidak akan membiarkan kekayaan alam Indonesia dieksploitasi, baik secara fisik maupun secara narasi, tanpa memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Kelestarian lingkungan adalah masa depan kita, dan kedaulatan adalah harga mati.
* Penulis juga Direktur Geopolitik GREAT Institute dan Dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta




KOMENTAR ANDA