Berapa pasien yang pulih setelah operasi? Apakah mereka memperoleh pemeriksaan pascaoperasi secara memadai? Bagaimana tindak lanjut terhadap warga binaan yang dari CKG diketahui mengalami hipertensi, diabetes atau penyakit lain? Apakah tersedia rekam medis yang terintegrasi? Dan yang terpenting, apakah model Cipinang dapat diterapkan secara bertahap di lapas dan rutan lain?
Ukuran keberhasilan tidak boleh berhenti pada berapa orang yang diperiksa. Yang harus dihitung adalah berapa penyakit ditemukan lebih dini, berapa pasien mendapatkan terapi, berapa komplikasi berhasil dicegah, dan sejauh mana kualitas hidup mereka membaik.
Kalau itu dilakukan, CKG di lingkungan pemasyarakatan dapat berkembang dari sebuah program menjadi sistem.
Dan mungkin di situlah makna kemerdekaan memperoleh bentuk yang paling sederhana sekaligus paling manusiawi. Negara hadir bukan hanya kepada mereka yang bebas berjalan ke mana saja, tetapi juga kepada mereka yang hidup di balik tembok dan pintu besi.
Sebab hukuman boleh membatasi kebebasan seseorang. Kesehatan dan martabatnya tidak boleh ikut dipenjara.



KOMENTAR ANDA