Zhu Rongji, mantan Perdana Menteri China yang dikenal sebagai arsitek utama reformasi ekonomi negara tersebut, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 13 Agustus 2026, di Beijing. Ia wafat pada usia 97 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
Zhu menjabat sebagai Perdana Menteri China pada periode 1998 hingga 2003. Selama masa jabatannya, ia memainkan peran krusial dalam mengubah wajah ekonomi China yang sebelumnya sangat terpusat menjadi sistem yang lebih terbuka dan kompetitif.
Salah satu pencapaian paling monumental dalam kariernya adalah memimpin negosiasi yang sukses untuk masuknya China ke dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 2001. Langkah ini menjadi tonggak sejarah yang mengintegrasikan China secara penuh ke dalam pasar ekonomi global.
Di dalam negeri, Zhu dikenal karena keberaniannya melakukan perombakan besar-besaran pada sektor perusahaan milik negara (SOE). Ia memprioritaskan pemisahan antara fungsi pemerintah dengan operasi bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan kepastian hak milik.
Selain reformasi perusahaan, Zhu juga memodernisasi sistem perpajakan dan keuangan China. Kebijakan ini dianggap sebagai fondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional, terutama saat negara tersebut menghadapi ancaman inflasi tinggi dan utang yang menumpuk di era 1990-an.
Kepemimpinan Zhu juga diuji saat ia harus menangani dampak krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an. Ia berhasil menavigasi China melalui badai ekonomi tersebut sambil memastikan stabilitas tetap terjaga di tengah transisi politik yang penting bagi bangsa.
Sebagai tokoh penting dalam pemerintahan di bawah pemimpin Partai Komunis Jiang Zemin, Zhu juga berperan dalam memastikan kelancaran pengalihan kedaulatan Hong Kong pada tahun 1997. Ia tetap berkomitmen menjaga kemakmuran dan status Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional.
Obituari resmi yang dirilis oleh kantor berita negara Xinhua memberikan penghormatan tinggi kepada Zhu. Ia digambarkan sebagai anggota partai yang luar biasa, pejuang komunis yang loyal, serta negarawan proletar yang telah teruji dedikasinya bagi partai dan negara.
Dunia internasional mengenang Zhu sebagai sosok yang unik di jajaran pemerintah China pada masanya. Ia dikenal sebagai pribadi yang artikulatif dan berwawasan luas, mampu mendiskusikan isu-isu ekonomi yang sangat kompleks dengan pejabat maupun pebisnis Barat dengan fasih.
Warisan Zhu Rongji hingga kini masih terasa dalam kebijakan ekonomi China. Banyak analis menilai bahwa kebijakan-kebijakan yang ia rintis pada 1990-an menjadi dasar bagi pembangunan ekonomi China modern, yang hingga hari ini masih terus diperkuat oleh para penerusnya.



KOMENTAR ANDA