post image
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan

KEPRIBADIAN seorang saintis sejati senantiasa rendah hati dan tidak malu mengakui dirinya masih harus banyak belajar sebab sadar bahwa pada hakikatnya dirinya belum tahu apa-apa tentang alam semesta ini. Seperti Sokrates bilang “aku tahu bahwa aku tidak tahu apa-apa”.

Namun ada pula saintis kaliber setengah matang, arogan merasa bahkan mengaku diri tahu segala-galanya atau terkebur merasa mampu membuka segenap tabir misteri alam semesta ini.

Ilmu bahasa alias linguistik membuktikan secara tak terbantahkan bahwa sebenarnya para ilmuwan bahasa (termasuk Noam Chomsky) masih jungkir-balik sampai babak-belur akibat belum berhasil membuka semua tabir misteri yang masih menyelubungi apa yang disebut sebagai bahasa.

Beberapa problematika ilmu bahasa yang masih belum terpecahkan oleh para ilmuwan bahasa antara lain (belum semua) adalah:

  • Asal-usul bahasa: Bagaimana dan kapan bahasa pertama kali muncul dan berkembang di kalangan manusia?
  • Struktur bahasa universal: Apakah ada struktur bahasa yang universal seperti keyakinan dogmatis Noam Chomsky namun bagaimana bentuk dan cara kerjanya?
  • Pemrosesan bahasa alami: Bagaimana manusia secara alami mampu memproses dan memahami bahasa?
  • Perbedaan bahasa dan dialek: Bagaimana secara tegas membedakan antara bahasa dan dialek? 
  • Bahasa dan pikiran: Bagaimana bahasa mempengaruhi pikiran dan persepsi manusia? Atau sebaliknya?
  • Evolusi bahasa: Bagaimana bahasa berubah, berkembang serta berevolusi berkelanjutan sepanjang masa?
  • Bahasa dan kebudayaan: Bagaimana bahasa terkait dengan kebudayaan dan identitas suatu kelompok masyarakat?
  • Pembelajaran bahasa: Bagaimana balita memelajari bahasa?
  • Terjemahan bahasa: Bagaimana menerjemahkan bahasa secara akurat sambil mempertahankan makna aslinya?
  • Bahasa dan teknologi: Bagaimana teknologi memengaruhi penggunaan bahasa?
  • Bahasa dan metabolisme tubuh: Bagaimana sel, cairan, organ yang tergabung di dalam metabolisme tubuh manusia bisa saling berkomunikasi?
  • Bahasa manusia, satwa dan puspa: Bagaimana manusia mempelajari bahasa satwa dan tetumbuhan atau sebaliknya?

Dengan gelora semangat maju tak gentar, para ilmuwan bahasa terus gigih menghadapi tantangan untuk meneliti dan membongkar para misteri itu, meski atau justru karena, masih terlalu banyak misteri belum terungkap serta pertanyaan belum terjawab.

Andaikata terjawab pun serta-merta timbul pertanyaan baru yang memaksa otak manusia berpikir tanpa henti. Tanpa batas maksimal dan minimal.


Tahun Ini TNI akan Selesaikan Pembangunan 11 Ribu Fasilitas Publik

Sebelumnya

Latihan Militer Indonesia-Tiongkok, GREAT Institute: Memiliki Makna Ganda

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer