Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan publik yang dipicu oleh pernyataannya mengenai istilah patahan sejarah serta insting politik yang ia sebut 'lebih cepat dari 2029'.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Budi Arie menyusul viralnya potongan video berdurasi 1 menit 47 detik di media sosial, yang merekam momen dirinya sedang berbicara di sebuah forum pertemuan di Jakarta sambil duduk berdampingan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Dalam rekaman yang memicu polemik tersebut, Budi Arie menceritakan bahwa dirinya sempat berbisik kepada Jokowi perihal firasatnya bahwa dinamika politik nasional berpotensi bergulir lebih cepat sebelum Pemilu 2029 tiba.
Budi Arie saat itu meminta para peserta forum untuk tidak hanya terpaku pada skenario transisi konvensional 2029, melainkan juga harus siap mengantisipasi jika dinamika politik di luar perkiraan terjadi secara mendadak.
Ia mengaitkan pandangannya dengan sejumlah fenomena demonstrasi di berbagai daerah serta situasi perekonomian terkini yang menurutnya memicu keresahan masyarakat, hingga ia menganalogikan situasi tersebut menyerupai era menjelang reformasi 1998.
Merespons polemik luas dan beragam tafsir yang berkembang, Budi Arie melalui keterangan video resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa terganggu atau tidak nyaman atas pernyataannya.
Dalam klarifikasinya, Budi Arie menggarisbawahi bahwa pandangan dan analisis tersebut sepenuhnya merupakan pendapat personal yang bersumber dari insting aktivisnya, bukan representasi sikap pihak manapun.
Ia juga menegaskan secara tegas bahwa pernyataannya di forum tersebut tidak memiliki kaitan atau hubungan apa pun dengan Joko Widodo, kendati saat itu Jokowi hadir dan duduk di sampingnya.
Budi Arie pun menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh dan menanggung segala konsekuensi atas analisis yang ia lontarkan ke publik, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan bangsa.
Sementara itu, Ketua DPP PSI Bestari Barus turut meluruskan situasi dengan menegaskan bahwa Jokowi hanya hadir memenuhi undangan silaturahmi bersama relawan dan sama sekali tidak mengetahui apalagi menyetujui pernyataan yang disampaikan oleh Budi Arie tersebut.



KOMENTAR ANDA