post image
Foto: @3DCG_mylife
KOMENTAR

Korea Selatan resmi memulai langkah ambisius dalam perlombaan kedirgantaraan militer modern dengan meluncurkan program jet tempur masa depan generasi keenam. Badan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (Defense Acquisition Program Administration / DAPA) telah menerbitkan dokumen Permintaan Proposal (Request for Proposal / RFP) kepada sektor industri pertahanan pada 21 Agustus 2026 untuk merumuskan konsep pesawat canggih tersebut.

Proyek yang bertajuk Conceptual Study of the Korean Next-Generation Fighter ini memiliki alokasi anggaran sebesar 900 juta Won (sekitar USD 650.000) dengan tenggat waktu penyusunan proposal selama 14 bulan ke depan. Melalui tender ini, DAPA mengundang pelaku industri dirgantara terkemuka untuk menyusun peta jalan teknologi, desain konseptual, serta strategi manufaktur jet tempur generasi mendatang.

Dalam dokumen RFP, DAPA membuka peluang pengembangan bagi desain konvensional maupun rancangan tanpa ekor (tailless). Pesawat ini direncanakan sebagai jet tempur berkursi tunggal (single-seat) dengan kemampuan siluman tinggi (low-observability) pada pita frekuensi radar L, S, dan X, didukung aplikasi material penyerap gelombang radar (Radar Absorbent Material / RAM), ruang persenjataan internal (internal weapons bay), serta kemampuan jelajah supersonik (supercruise).

Inisiatif DAPA ini sejalan dengan riset yang sebelumnya dipresentasikan oleh Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan (Agency for Defense Development / ADD) pada ajang Aerospace Conference 2026 pada Juli 2026 lalu. Studi ADD tersebut berfokus pada metode perancangan kilat guna menganalisis performa terbang serta memperkecil Radar Cross-Section (RCS) sejak tahap desain awal.

Dua raksasa industri pertahanan dan penerbangan nasional Korea Selatan, yakni Korea Aerospace Industries (KAI) dan divisi dirgantara Korean Air, diperkirakan kuat akan menjadi pemain utama yang mengajukan proposal kompetitif dalam proyek strategis ini.

Berdasarkan gambaran konsep yang beredar luas di kalangan pemerhati militer, calon jet tempur siluman ini diproyeksikan mengusung konfigurasi mesin ganda tanpa sirip ekor vertikal (tailless). Desain tersebut memadukan sayap cranked-delta, bidang kanard condong keluar, serta corong pembuangan mesin pipih (flat exhaust nozzles) guna menekan jejak inframerah dan pantulan radar secara drastis.

Meski program generasi keenam ini baru memasuki tahap awal studi konsep, proyek ini menegaskan lompatan pesat industri pertahanan udara Korea Selatan. Namun demikian, para analis masih mengamati bagaimana program jet tempur masa depan ini akan diselaraskan dengan proyek jet tempur KF-21 Boramae yang saat ini masih terus dikembangkan ke varian-varian lanjutan.

Korea Selatan saat ini juga tengah menggarap varian canggih KF-21 Block 3 (atau KF-21EX) yang dirancang mendekati standar jet generasi kelima. Varian tersebut direncanakan memiliki ruang persenjataan internal, fusi sensor mutakhir, komputasi canggih, serta kemampuan memandu dan mengendalikan pesawat tempur tanpa awak pendamping (Collaborative Combat Aircraft / CCA).

Dari sisi propulsi, jet tempur generasi keenam ditargetkan mengadopsi mesin siklus adaptif (adaptive cycle engines). Mesin jenis ini mampu menyesuaikan rasio bypass dan aliran udara secara dinamis saat terbang, sehingga pesawat dapat beralih secara fleksibel antara mode hemat bahan bakar untuk jarak tempuh jauh dan mode performa tinggi untuk manuver tempur supersonik.

Di saat yang sama, Korea Selatan juga memacu kemandirian teknologi mesin jet melalui pengembangan mesin domestik KTF16000 bertenaga dorong hingga 24.000 pon afterburner yang ditargetkan mulai uji terbang pada 2040. Langkah pembukaan studi jet generasi keenam ini memperkokoh posisi Negeri Ginseng sebagai salah satu kekuatan utama pengembang teknologi militer terdepan di kawasan Asia-Pasifik.


Bangladesh Bersiap Akuisisi 20 Jet Tempur Siluman Ringan J-10CE dari China Senilai Rp 36 Triliun

Sebelumnya

Jet Tempur J-16 China Hadapi Rafale Mesir dalam Latihan Gabungan “Eagles of Civilization 2026”

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer