Purbaya Yudhi Sadewa telah berhenti sebagai Menteri Keuangan. Tetapi persoalan fiskal Indonesia tidak berhenti bersamanya. Indonesia masih menghadapi persoalan ruang fiskal, kebutuhan pembiayaan pembangunan, penerimaan negara, kebocoran pajak dan cukai, efektivitas belanja, tata kelola BUMN, masa depan Danantara, akses pembiayaan rakyat, koordinasi fiskal-moneter dan besarnya struktur pemerintahan.
Karena itu, berhentinya Purbaya seharusnya justru menjadi momentum bagi Presiden untuk melakukan koreksi menyeluruh. Presiden tidak cukup hanya mencari Menteri Keuangan baru. Presiden perlu memastikan bahwa seluruh mesin pemerintahan bekerja dengan ukuran yang sama kompetensi, integritas, efisiensi, akuntabilitas dan hasil.
Rakyat tidak membutuhkan negara yang semakin besar tetapi semakin mahal. Rakyat membutuhkan negara yang kuat tetapi efisien, tegas tetapi adil, kaya tetapi tidak boros, dan berkuasa tetapi tetap amanah.
Jangan sampai negara terlalu kuat memungut dari rakyat, tetapi terlalu lemah melindungi rakyat dari kebocoran anggaran dan pemburuan rente. Jangan sampai kekayaan negara begitu besar, tetapi APBN terus merasa kekurangan.
Jangan sampai kabinet semakin besar, tetapi pelayanan negara tidak semakin baik. Dan jangan sampai pergantian seorang Menteri Keuangan hanya menghasilkan pergantian nama, sementara persoalan yang sama kembali berulang.
Purbaya mungkin dapat diganti dalam satu hari. Tetapi persoalan fiskal yang melahirkan kebutuhan akan Purbaya tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengganti Menteri Keuangan. Karena itu, yang berhenti hanyalah menterinya. Reformasinya jangan berhenti.
Momentum ini harus menjadi titik balik dari pemerintahan yang bergantung pada figur menuju pemerintahan berbasis institusi; dari fiskal yang terlalu bertumpu pada pemungutan menuju wealth based fiscal state; dari belanja yang sekadar besar menuju belanja yang menghasilkan; dan dari politik pembagian kekuasaan menuju politik pemerintahan yang mengutamakan kompetensi, amanah dan kemakmuran rakyat.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan negara bukan seberapa besar uang yang berhasil dikumpulkan, tetapi seberapa besar kemakmuran yang berhasil diciptakan dan dirasakan rakyat.



KOMENTAR ANDA