post image
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto (kiri)
KOMENTAR

Siapa PIC-nya?

Kapan harus selesai?

Bagaimana kita mengetahui bahwa pekerjaan itu benar-benar selesai dan memberi hasil?

Bila ada indikator yang merah, tidak selalu diperlukan rapat panjang. Cari masalahnya, tentukan penanggung jawabnya, putuskan apa yang dibutuhkan, lalu beri batas waktu.

Birokrasi kadang terlalu cepat mencari jawaban dalam bentuk aplikasi baru, tim baru, atau struktur baru. Padahal banyak persoalan bisa diselesaikan dengan sesuatu yang lebih mendasar: disiplin menjalankan sistem yang sudah disepakati.

Hasilnya akan Terlihat di Lapangan

Penghargaan kepada Wiko Nurdian, Pranata Komputer Ahli Pertama Kanwil Ditjen Imigrasi NTT yang meraih Juara I Lomba ASN Menulis x Kumparan 2026, juga membawa pesan tersendiri.

Birokrasi perlu memberi ruang kepada pegawai yang berpikir, menulis, berinovasi, dan berani menawarkan perbaikan.

Gagasan baik tidak selalu datang dari atas.

Sering kali ia justru lahir dari orang yang setiap hari menghadapi persoalan di lapangan.

Maka setelah Rakor ditutup, pusat perhatian semestinya bergeser dari ruang pertemuan menuju Kanwil dan UPT.

Di situlah hasil Rakor akan menemukan ujian sebenarnya.

Apakah pelayanan Keimigrasian semakin pasti?

Apakah hak warga binaan diproses lebih cepat dan transparan?

Apakah STAR PROAKSI benar-benar membantu pimpinan mengambil keputusan?

Apakah pengawasan mampu menemukan masalah lebih awal?

Apakah Bapas dan Pembimbing Kemasyarakatan semakin siap menghadapi perubahan sistem hukum pidana?

Jawaban atas semua pertanyaan itu tidak terdapat pada laporan penutupan.

Jawabannya akan terlihat di Kantor Imigrasi, Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Rumah Detensi Imigrasi, Lapas, Rutan, Bapas, Kanwil, dan unit-unit pelayanan lainnya.

Pada akhirnya masyarakat tidak terlalu tertarik pada seberapa banyak rapat yang kita selenggarakan atau seberapa tebal dokumen yang kita hasilkan.

Masyarakat mempunyai ukuran sendiri.

Pelayanan lebih cepat atau tidak.
Hak lebih pasti atau tidak.
Proses lebih terbuka atau tidak.
Dan aparatur semakin dapat dipercaya atau tidak.

Karena itu, pekerjaan setelah Rakor justru lebih penting daripada Rakor itu sendiri.

Kesepakatan sudah dibuat.

Sekarang waktunya memastikan kesepakatan itu bekerja.


Dari Jeruji ke Reintegrasi Sosial: Menagih Janji KUHP Baru Pada Bapas dan Pembimbing Kemasyarakatan

Sebelumnya

Iran Air Bantah Tidak Dapat Terbang

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Nasional