Ia menyediakan pemain yang cocok dengan kebutuhan Fabregas. Ia juga memberi kebebasan pada pelatih, tahu diri, dan tidak cawe-cawe. Mirwan Suwarso paham betul tentang markah, sehingga menyerahkan sepenuhnya soal pemain berikut rekrutmennya pada Fabregas.
Prestasi dikejar, tapi aspek keberlanjutan bisnis sepak bola tidak dilupakan. Kini Nico Paz masuk radar klub-klub Eropa sehingga dapat diandalkan untuk menggaet pemasukan terhadap Como 1907. Chelsea menunjukkan minatnya. Real Madrid bisa saja mengaktifkan klausul pembelian terhadap Nico Paz.
Di sini letak godaannya. Como 1907 belum menjadi gudang bagi talenta-talenta bersinar. Klub ini mesti menjaga keutuhan dan stabilitas. Ada baiknya bintang seperti Nico Paz dijaga betul agar tidak cepat loncat ke klub-klub elite. Nico Paz tumbuh dan berkembang karena ia prioritas utama di Como 1907.
Akan beda situasinya jika ia bergabung dengan Chelsea atau Madrid. Di kedua klub itu persaingan berebut posisi amat ketat sehingga bisa berdampak pada waktu bermain.
Estevao, winger asal Brasil, kini menghadapi masa sulit di Chelsea karena kompetisi ketat di internal klub serta skema bermain sang pelatih, Xabi Alonso, yang kurang cocok dengan talenta muda ini.
Agar Como 1907 tidak numpang lewat seperti "Si Komo", tembang anak-anak di masa lalu, sebaiknya Mirwan Suwarso menjaga keseimbangan antara prestasi dengan bisnis. Dua saja petunjuknya: Tetap bersama Fabregas dan Nico Paz setidaknya dalam dua musim mendatang. Oh iya, selain Paz, Fabregas pun kabarnya ditoleh oleh bekas klubnya, Barcelona.



KOMENTAR ANDA