Di dalam lapas, pengamanan wajib mencegah jaringan narkoba melanjutkan kendali. Pengawasan komunikasi, pemeriksaan, dan penindakan terhadap petugas yang terlibat harus berjalan konsisten. Pada saat bersamaan, warga binaan membutuhkan pembinaan sesuai risiko dan kebutuhannya.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan perlu memperkuat pemulihan ketergantungan, pembinaan rohani dan karakter, pendidikan, serta keterampilan kerja. Pelatihan harus memiliki hubungan dengan kebutuhan pasar. Sertifikat akan kehilangan arti apabila setelah bebas seseorang tetap tidak mempunyai jalan untuk memperoleh penghasilan.
Karena itu, kerja sama dengan perusahaan, koperasi, UMKM, dan lembaga pelatihan harus menghasilkan kesempatan nyata. Bapas, keluarga, pemerintah daerah, serta layanan kesehatan perlu menyiapkan pendampingan sejak sebelum pembebasan.
Kita tidak boleh meminta seseorang meninggalkan jaringan lama tanpa membantunya membangun kehidupan baru.
Mengukur Keberhasilan dengan Kehidupan
Pemerintah memerlukan ukuran keberhasilan yang melampaui tonase sitaan: jaringan pendanaan yang terbongkar, kebocoran barang bukti yang dicegah, akses pemulihan yang membaik, serta berkurangnya pengulangan tindak pidana.
Komunikasi pemerintah juga harus jujur. Jelaskan pencapaian, akui celah pengawasan, dan sampaikan tindak lanjutnya. Kepercayaan tumbuh ketika masyarakat melihat pekerjaan berlanjut setelah konferensi pers selesai.
Pada akhirnya, penjara yang meluap mengingatkan kita bahwa terlalu banyak persoalan baru ditangani ketika sudah terlambat. Negara harus hadir lebih awal, sebelum anak putus sekolah, sebelum keluarga kehilangan harapan, dan sebelum seseorang direkrut menjadi kurir.
Kita ingin kapal penyelundup dihentikan. Kita juga ingin anak-anak tetap bersekolah, keluarga mendapat pertolongan, dan warga binaan pulang dengan kesempatan hidup yang lebih baik. Di situlah pemberantasan narkoba menemukan tujuan terpentingnya: menyelamatkan manusia.



KOMENTAR ANDA