post image
Luiz Inacio Lula da Silva
KOMENTAR

Namun, para pakar menyatakan keraguan terhadap klaim Bolsonaro mengenai adanya kecurangan.

Sebuah analisis oleh Pedro Burgos, seorang profesor di lembaga pendidikan Brasil, Insper, menemukan bahwa perpanjangan waktu tersebut menghasilkan tambahan 35.000 suara di seluruh negeri, atau kurang dari 0,03 persen dari total keseluruhan suara.

Jumlah tersebut jauh dari selisih 4,4 juta suara yang diraih Lula. Sang petahana memperoleh lebih dari 64,25 juta suara, dibandingkan dengan 59,83 juta suara yang didapat Bolsonaro.

Meski demikian, beberapa sekutu sayap kanan tetap memberikan dukungan kepada Bolsonaro. Presiden AS Donald Trump, yang di masa lalu pernah berselisih dengan Lula, mengatakan kepada para wartawan bahwa pemungutan suara tersebut tampak "dicurangi".

"Pemilihan umum haruslah tidak terbantahkan, dan menurut saya, situasinya terlihat sangat buruk," ujar Trump pada hari Senin. "Terus terang, ini tampak seperti pemilihan umum lain yang dicurangi."

Walau begitu, Trump tidak menyatakan akan turun tangan untuk membela Bolsonaro; ia justru mengatakan bahwa dirinya "tidak memihak" dalam pemilihan tersebut.

Keengganan Bolsonaro untuk menerima kekalahannya menimbulkan kekhawatiran apakah ia akan mematuhi proses demokrasi atau justru mengikuti jejak ayahnya, Jair Bolsonaro, yang menjabat sebagai Presiden Brasil dari tahun 2019 hingga 2023.

Setelah kekalahannya dari Lula dalam pemilihan umum 2022, mantan presiden tersebut menolak untuk mengakui hasilnya.

Sebaliknya, ia dan sekutunya berupaya membatalkan hasil pemilihan—termasuk melalui jalur hukum—bahkan jaksa menuduhnya merencanakan kudeta untuk mencegah peralihan kekuasaan yang sah.

Saat ini, Jair Bolsonaro tengah menjalani hukuman penjara selama 27 tahun atas tuduhan yang berkaitan dengan upaya kudeta.

Selain itu, ia juga dilarang memegang jabatan publik selama delapan tahun setelah pengadilan memutuskan bahwa ia telah menyalahgunakan jabatannya untuk menyebarkan disinformasi mengenai pemilihan umum.

Flavio Bolsonaro, bersama saudara-saudaranya, telah berupaya agar ayahnya dibebaskan. Pihak keluarga mengecam persidangan terhadap Jair Bolsonaro sebagai bentuk persekusi politik.

Namun, belum jelas apakah Flavio Bolsonaro akan melanjutkan upaya hukum terkait pemilihan umum hari Minggu lalu.

Media Brasil, Folha de S. Paulo, melaporkan pada hari Senin bahwa para penasihat hukum dan sekutu politik telah meyakinkan Bolsonaro untuk menghentikan upayanya membatalkan kekalahan tersebut, dengan merujuk pada besarnya selisih kemenangan Lula serta pengesahan hasil pemilu oleh Mahkamah Agung dan otoritas pemilihan umum.


10 Perusahaan Singapura Terlibat, Menlu Balakrishnan: Kebakaran Hutan Ulah Manusia

Sebelumnya

Pemilu Israel, Gadi Eisenkot Ancam Posisi Benjamin Netanyahu

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Dunia