Hujan yang turun di sejumlah tempat di Pulau Kalimantan meningkatkan secara signifikan kualitas udara yang selama beberapa bulan belakangan ini memburuk akibat kebakaran lahan dan hutan. Tentang peningkatan kualitas udara ini sebenarnya telah diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak beberapa hari lalu.
Prediksi BMKG tersebut ikut digunakan Direktorat Pengendalian Kebakaran Lahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memantau perkembangan di lokasi kebakaran lahan dan hutan, khusunya di Kalimantan.
Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Penguatan Diplomasi Lingkungan, Dr. Teguh Santosa, dalam unggahannya di akun Facebook pribadi, Minggu malam, 26 Oktober 2026, bercerita tentang prediksi yang menggunakan berbagai model penghitungan itu.
Berikut ceritanya:
Hari Rabu pekan lalu, 21 Oktober 2026, saya berkunjung ke “war room” Direktorat Pengendalian Kebakaran Lahan Kementerian Lingkungan Hidup. Bang Direktur Dasrul Chaniago menjelaskan begitu banyak hal.
Yang paling lengket di memori saya adalah prediksi indeks kebakaran hutan/lahan dalam beberapa hari mendatang. Indeks ini dihasilkan oleh kalkulasi sejumlah model perhitungan lainnya.
Foto di atas memperlihatkan peta Indonesia pada posisi prediksi H+7. Terlihat dalam peta, pada H+7 dari saat foto ini diambil keadaan membaik signifikan.
Tapi saya agak kurang yakin dengan prediksi itu. Maka, foto ini tidak segera saya publikasikan.
Kemarin dalam perjalanan dari Bandung menuju Jakarta, di saat saya memperhatikan pepohonan yang kering kerontang di sejumlah titik di sepanjang Tol Padaleunyi, saya menerima beberapa laporan tentang hujan deras yang turun di beberapa titik di Kalimantan. Juga video-video yang melintas di time line.
Alhamdulillah.
Tadi pagi, saya kirim pesan via WA ke Bang Dasrul.
“Hujan kemarin di kalimantan, apakah cukup signifikan?” tulis saya.
“Signifikan. Jarak pandang Tjilik Riwut di atas 1.000 meter. Yang sebelumnya di bawah 200 meter,” jawabnya lagi.
“Alhamdulillah,” kata saya lagi.
Lalu Bang Dasrul kirim melanjutkan pesan dari stafnya di lokasi:
“Selamat pagi,
Mohon izin melaporkan Rekapitulasi Visibility Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Senin 26 Oktober 2026
04.00 WIB Visibility 1300 M
04.30 WIB Visibility 2000 M
05.00 WIB Visibility 2800 M
05.30 WIB Visibility 1500 M
06.00 WIB Visibility 900 M
06.30 WIB Visibility 1000 M
07.00 WIB Visibility 1200 M
07.30 WIB Visibility 1200 M
Demikian terimakasih.”
Saya tanya lagi. “Trennya untuk sepekan ke depan bagaimana?”
“Potensinya bagus.”
“Kalau mau meliput, kita ke sana sore, bagaimana?” ajaknya.
Sayang sekali saya tidak bisa karena ada kegiatan ke Gangwon di Korea Selatan, dan berangkat malam ini.
Insya Allah situasi akan terus membaik. Terima kasih pada semua pahlawan lingkungan yang bekerja keras bebera bulan terakhir ini di garis depan.
Juga terima kasih pada teman-teman yang terus menyuarakan kritik membangun dan mengibarkan bendera optimisme. Salam hormat!



KOMENTAR ANDA