post image
Anggota Knesset dari Joint List memberikan dukungan pada Ketua Partai Yashar, Gadi Eisenkot, untuk membentuk pemerintahan baru, dalam pertemuan Kamis, 5 November 2026.
KOMENTAR

Aliansi partai politik berhaluan Arab di Israel, Joint List, secara resmi mengumumkan dukungannya kepada pemimpin oposisi dan Ketua Partai Yashar, Gadi Eisenkot, untuk membentuk pemerintahan baru. Keputusan strategis ini disampaikan di tengah proses konsultasi yang sedang berlangsung di hadapan Presiden Israel, Isaac Herzog.

Langkah politik yang diambil oleh Joint List ini menjadi pukulan telak bagi Perdana Menteri petahana, Benjamin Netanyahu. Dengan tambahan dukungan dari partai-partai Arab tersebut, total perolehan rekomendasi yang dikantongi oleh Gadi Eisenkot kini melonjak signifikan hingga mencapai angka 67 kursi di parlemen Israel (Knesset).

Angka 67 kursi tersebut jauh melampaui ambang batas mayoritas mutlak yang dipersyaratkan di Knesset, yaitu 61 kursi dari total 120 kursi yang tersedia. Dukungan dari Joint List ini menyusul langkah serupa yang sebelumnya telah diambil oleh partai Arab lainnya, yakni United Arab List (Ra'am).

Dinamika politik pasca-pemilu yang digelar pada 27 Oktober lalu ini menunjukkan pergeseran peta kekuatan yang cukup tajam di Israel. Blok sayap kanan pimpinan Benjamin Netanyahu diketahui hanya mampu mengamankan 53 kursi, terpaut delapan kursi dari mayoritas yang dibutuhkan untuk bertahan di tampuk kekuasaan.

Sementara itu, aliansi oposisi yang dipimpin oleh Gadi Eisenkot awalnya hanya mengamankan sekitar 48 kursi murni dari faksi-faksi pendukungnya. Namun, dengan masuknya sokongan strategis dari faksi-faksi Arab, posisi tawar Eisenkot melesat drastis dan menempatkannya dalam posisi terdepan untuk menerima mandat pembentukan kabinet.

Di tengah situasi politik yang kian mendesak ini, Benjamin Netanyahu dilaporkan melancarkan berbagai upaya perlawanan politik. Ia berulang kali melontarkan tuduhan yang menyebutkan adanya campur tangan serta aliran dana dari negara-negara asing guna memengaruhi hasil pemilu Israel yang baru saja berlalu.

Di sisi lain, para pemimpin partai Arab menegaskan bahwa keputusan mereka mendukung Eisenkot didasari oleh urgensi untuk menghentikan kembalinya Netanyahu ke kursi kekuasaan. Mereka menyoroti bahwa kebijakan-kebijakan sayap kanan ekstrem selama ini kerap kali berujung pada marginalisasi dan penganiayaan politik terhadap warga minoritas Arab di Israel.

Presiden Isaac Herzog saat ini memegang kendali konstitusional untuk mendengarkan rekomendasi dari seluruh faksi partai di Knesset sebelum membuat keputusan akhir. Dengan akumulasi 67 rekomendasi yang kini dikantongi oleh Eisenkot, jalan bagi sang pemimpin oposisi untuk ditugaskan membentuk pemerintahan terlihat semakin lapang.

Meski demikian, tantangan dalam merajut koalisi yang heterogen tetap membayangi langkah Gadi Eisenkot ke depan. Ia harus mampu merangkul berbagai kepentingan partai yang beragam di parlemen guna memastikan stabilitas kabinet yang akan dipimpinnya kelak.

Perkembangan politik terbaru ini menandai babak baru dalam lanskap politik Israel, di mana suara partai-partai Arab kembali menjadi penentu utama dalam konstelasi perebutan kekuasaan tertinggi. Publik kini menanti langkah resmi dari Presiden Herzog untuk segera memberikan mandat pembentukan pemerintahan kepada Gadi Eisenkot.


Akhirnya Donald Trump Menerima kemenangan Demokrat pada Pemilu Sela

Sebelumnya

Raja Mohammed VI Pimpin Sidang Bahas Tindak Lanjut Pasca-Berakhirnya Mandat Misi PBB di Sahara

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia