Penyelenggaraan kejuaraan Kriket Internasional tahun ini diwarnai keragu-raguan peserta atas jaminan keamanan Pakistan sebagai tuan rumah ICC 2025. Selandia Baru, Inggris, dan Bangladesh menyampaikan kekhawatiran itu secara terbuka. Sementara India menolak bermain di Pakistan.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Di tahun 2009 lalu tim Sri Lanka terjebak di tengah serangan kelompok teroris Pakistan di Lahore yang menewaskan enam orang.
“Mereka menembak bus sebanyak yang mereka bisa, melemparkan granat, dan menembakkan peluncur roket. Dan untuk beberapa alasan, saya tidak tahu mengapa, kami semua selamat,” ujar pemain Sri Lanka Kumar Sangakkara. Tiga pemain Sri Lanka mengalami cedera dalam serangan itu.
“Petugas keamanan yang kami miliki bahkan tampaknya tidak melawan. Apakah mereka profesional dengan pelatihan yang cukup? Mereka tampaknya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya terkejut para teroris dapat mengisi ulang magasin dan terus menembak, dan mereka tidak pernah tertangkap. Itu memalukan,” ujar pemain Sri Lanka lainnya, Muthiah Muralidaran.
Sebelum itu, di tahun 2002, sebuah serangan bom mobil bunuh diri terjadi di luar hotel tempat tim kriket Selandia Baru menginap. Setidaknya 14 orang termasuk 11 teknisi Prancis tewas. Tim Selandia Baru segera meninggalkan negara itu. Badan keamanan terkejut. Pemerintah Pakistan bahkan gagal menghukum mereka yang berada di balik serangan fatal itu.
Meskipun awalnya diasumsikan dilakukan oleh Al Qaeda, Al Arabiya Post melaporkan, penyelidikan oleh badan-badan Prancis menuding keterlibatan militer dan dinas intelijen Pakistan sebagai tindakan balas dendam karena menghentikan suap dalam kesepakatan kapal selam.
Serangan-serangan ini mendorong banyak negara pemain kriket untuk memboikot acara olahraga di Pakistan selama lebih dari satu dekade. Banyak negara sering membatalkan tur ke Pakistan karena kekhawatiran akan keselamatan.
Pakistan masih belum dapat dianggap aman bagi pengunjung internasional, khususnya mereka yang berasal dari musuh bebuyutannya, India, karena terorisme, ketidakstabilan politik, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hukum. India, Australia, Inggris, Afrika Selatan, Selandia Baru, Afghanistan, dan Bangladesh merupakan bagian dari turnamen kriket ICC yang sedang berlangsung.




KOMENTAR ANDA