Perdana Menteri Kanada Mark Carney memiliki pendekatan baru dalam pergaulan internasional.
“Kita menerima dunia apa adanya, bukan seperti yang kita inginkan,” katanya usai menandatangangi kesepakatan China pada hari Jumat.
Carney seakan mengeyampingkan catatan hak asasi manusia China. Dan juga melupakan bahwa hampir setahun lalu dia menyebut China sebagai ancaman keamanan terbesar yang dihadapi Kanada.
Mark Carney bertemu dengan Presiden Xi Jinping hari Jumat, 17 Januari 2026, di Beijing.
Kesepakatan tersebut akan membuat Kanada mengurangi tarif kendaraan listrik China yang diberlakukan bersamaan dengan AS pada tahun 2024. Sebagai imbalannya, China akan menurunkan tarif balasan pada produk pertanian utama Kanada.
Para ahli mengatakan kepada BBC bahwa langkah ini mewakili pergeseran signifikan dalam kebijakan Kanada terhadap China, yang dibentuk oleh ketidakpastian yang berkelanjutan dengan AS, mitra dagang terbesarnya.
“Pada dasarnya, Perdana Menteri mengatakan bahwa Kanada juga memiliki peran, dan bahwa Kanada tidak akan hanya duduk dan menunggu Amerika Serikat,” kata Eric Miller, penasihat perdagangan yang berbasis di Washington DC dan presiden Rideau Potomac Strategy Group.
Seperti diberitakan BBC, Carney mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa “dunia telah berubah” dalam beberapa tahun terakhir, dan kemajuan yang dicapai dengan China mempersiapkan Kanada “dengan baik untuk tatanan dunia baru”.
Hubungan Kanada dengan China, tambahnya, telah menjadi "lebih mudah diprediksi" daripada hubungannya dengan AS di bawah pemerintahan Trump.
Ia kemudian menulis, dalam sebuah unggahan media sosial, bahwa Kanada sedang "menyesuaikan kembali" hubungannya dengan China, "secara strategis, pragmatis, dan tegas".
Di Kanada, saat fajar menyingsing pada hari Jumat, reaksi terhadap kesepakatan itu sangat cepat.
Beberapa orang, seperti Perdana Menteri Saskatchewan Scott Moe, memujinya sebagai "kabar yang sangat baik". Petani di provinsi Moe telah sangat terpukul oleh tarif balasan China terhadap minyak canola Kanada, dan kesepakatan itu, katanya, akan membawa bantuan yang sangat dibutuhkan.
Namun Perdana Menteri Ontario Doug Ford, yang provinsinya merupakan rumah bagi sektor otomotif Kanada, sangat kritis terhadap kesepakatan tersebut. Ia mengatakan penghapusan tarif kendaraan listrik (EV) terhadap China “akan merugikan ekonomi kita dan menyebabkan hilangnya pekerjaan”.
Dalam sebuah unggahan di X, Ford mengatakan bahwa pemerintahan Carney “mengundang banjir kendaraan listrik murah buatan China tanpa jaminan nyata akan investasi yang setara atau segera di ekonomi Kanada”.
Beberapa ahli mengatakan bahwa ketentuan kendaraan listrik dalam kesepakatan perdagangan akan membantu China menembus pasar otomotif Kanada.
Dengan tarif EV yang lebih rendah, sekitar 10% penjualan kendaraan listrik Kanada diperkirakan akan masuk ke produsen mobil China, kata Vivek Astvansh, seorang profesor bisnis di Universitas McGill di Montreal.
Peningkatan penjualan EV China yang diperkirakan dapat memberi tekanan pada produsen EV yang berbasis di AS seperti Tesla yang berupaya memperluas pangsa pasar mereka di Kanada, katanya.
“Carney telah memberi sinyal kepada pemerintahan Trump bahwa mereka mulai bersikap ramah terhadap China,” tambah Astvansh.
Sementara itu, reaksi dari Gedung Putih beragam.
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Jumat pagi, perwakilan perdagangan AS Jamieson Greer menyebut kesepakatan itu "bermasalah" dan mengatakan Kanada mungkin akan menyesalinya.
Namun, Presiden Donald Trump memujinya sebagai “hal yang baik”.
“Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan China, Anda harus melakukannya,” katanya kepada wartawan di luar Gedung Putih.
Sejak menjabat untuk kedua kalinya tahun lalu, Trump telah memberlakukan tarif pada sektor-sektor Kanada seperti logam dan otomotif, yang telah menyebabkan ketidakpastian ekonomi yang bergejolak. Ia juga mengancam akan membatalkan perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara yang telah lama berlaku antara Kanada, AS, dan Meksiko, menyebutnya “tidak relevan”.
Perjanjian perdagangan tersebut, USMCA, sekarang sedang dalam peninjauan wajib. Kanada dan Meksiko sama-sama telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka ingin perjanjian tersebut tetap berlaku.


KOMENTAR ANDA