Indonesia tidak tiba-tiba ikut dalam Board of Peace yang diberi mandat oleh Dewan Keamanan PBB untuk menjaga perdamaian dan membangun kembali Gaza. Keterlibatan Indonesia, sebut Presiden Prabowo Subianto ketika berdialog dengan sejumlah wartawan dan pakar di Hambalang, Rabu,18 Maret 2026, berawal dari pidato yang disampaikannya dalam konferensi mengenai Two-State Solution bulan September 2025 di Markas PBB di New York.
Sehari kemudian, pada 23 September 2025, Prabowo kembali berbicara di Markas PBB, kali ini dalam Sidang Umum PBB, dan menekankan dukungan Indonesia pada kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.
Setelah Sidang Umum PBB itu, cerita Prabowo, dia dan tujuh pemimpin negara Muslim diundang Presiden AS Donald Trump dalam sebuah pertemuan di mana Trump meminta dukungan terhadap 20 poin Rencana Komprehensif yang ditawarkannya.
Dari proposal yang dipaparkan secara rinci oleh utusan khusus AS, Steve Witkoff, terlihat ada sejumlah poin yang membuka peluang bagi Palestina menjadi negara merdeka dan hidup berdampingan secara damai dengan Israel.
“Jadi, kita lihat ini (poin) 19 dan 20 (Rencana Komprehensif) ada peluang (untuk kemerdekaan Palestina) walaupun kita tahu ini sedikit. Akhirnya, kita berdelapan (pimpinan negara mayoritas Muslim) diskusi, kita dukung ini atau tidak? Akhirnya, dalam lobi-lobi kita bilang, kita dukung,” ujar Prabowo.
Ia juga mengingat momen ketika para pemimpin menunjuk Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani sebagai juru bicara untuk menyampaikan sikap bersama kepada Trump.
“We like your plan. But the problem is not us. The problem is Prime Minister Netanyahu of Israel,” kata Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menilai keikutsertaan dalam BOP merupakan langkah strategis agar Indonesia dapat berperan langsung mempengaruhi arah kebijakan yang berpihak pada Palestina.
“Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina,” ujarnya. “Kalau di luar (BOP), kita tidak bisa (memperjuangkan Palestina). Jadi, akhirnya kita putuskan, kita masuk,” paparnya.
Presiden RI mengaku tidak segan angkat kaki dari BOP jika hasil-hasil keputusannya tidak sejalan dengan kepentingan Indonesia atau Palestina.
“Jadi, saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina,” demikian Prabowo.



KOMENTAR ANDA