post image
Ilustrasi AI
KOMENTAR

Namun, kesadaran rasional ini sering kali terhambat oleh dinamika politik domestik dan kebutuhan untuk mempertahankan posisi tawar di meja perundingan.

Jendela diplomasi masih terbuka, tetapi semakin menyempit. Setiap insiden kecil di lapangan berpotensi menjadi pemicu eskalasi yang lebih besar.

Dalam konteks ini, yang dibutuhkan bukan hanya negosiasi teknis, melainkan keberanian politik untuk mengambil langkah kompromi yang mungkin tidak populer, tetapi krusial bagi stabilitas global.


Diwawancarai Media Perancis: Prabowo Tegaskan Indonesia Ingin Jadi Penengah yang Netral

Sebelumnya

Teguh Santosa: Kunjungan Xi Jinping ke Pyongyang Momentum Jaga Stabilitas Kawasan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia