Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
ERWIN Schrödinger dan Paul Nurse adalah dua tokoh penerima anugerah Nobel yang menulis buku dengan judul yang sama, "What is Life?" (Apa itu Kehidupan?). Meskipun judulnya sama, namun konten dan fokus buku mereka tidak sama.
Persamaan:
- Kedua buku membahas tentang pertanyaan fundamental tentang kehidupan dan bagaimana ilmu pengetahuan dapat menjelaskan fenomena kehidupan.
- Kedua penulis adalah ilmuwan yang telah menerima penghargaan anugerah Nobel dalam bidang mereka masing-masing.
Perbedaan:
- Erwin Schrödinger (1944): seorang fisikawan Austria, menulis buku ini berdasarkan kuliahnya di Trinity College, Dublin. Ia membahas tentang bagaimana fisika dan kimia dapat menjelaskan proses kehidupan, dengan fokus pada konsep "aperiodic crystal" yang berisi informasi genetik.
- Paul Nurse (2020): seorang biolog Inggris alumi universitas East-Anglia, menulis buku ini untuk menjelaskan konsep dasar biologi dan bagaimana mereka terkait dengan kehidupan. Ia membahas tentang lima ide besar dalam biologi: sel, gen, evolusi, kimia, dan informasi.
Dalam keseluruhan, meski judulnya sama, namun konten dan fokus buku "What is Life?" karya Schrödinger dan Nurse berbeda dalam mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan dan perspektif penulis dalam menjelaskan fenomena kehidupan.
Selain Erwin Schrödinger dan Paul Nurse, ada beberapa tokoh ilmuwan lain yang menulis buku dengan judul "What is Life?" antara lain:
- Francis Crick: sang penemu struktur DNA ini menulis buku "What is Life?" yang membahas tentang asal usul kehidupan dan evolusi.
- Lynn Margulis: biolog Amerika ini menulis buku "What is Life?" yang membahas tentang simbiogenesis dan evolusi kehidupan.
- Gerald M. Edelman: biolog dan neurolog Amerika ini menulis buku "What is Life?" yang membahas tentang kesadaran dan proses mental.
Namun, perlu diingat bahwa judul buku yang sama tidak selalu berarti isi yang sama. Setiap penulis memiliki perspektif dan fokus yang berbeda dalam membahas tema "What is Life?".
Beberapa filosof Yunani yang brikhtiar menjawab pertanyaan "Apa itu Kehidupan?" antara lain:
- Heraklitus (c. 535-475 SM)*: seorang filosof Yunani pra-Sokratis, membahas tentang konsep "panta rhei" (semua mengalir), yang berarti bahwa kehidupan adalah proses perubahan yang terus-menerus.
- Aristoteles (384-322 SM)*: seorang filosof Yunani klasik, membahas tentang konsep "bios" (kehidupan) dan "zoe" (hidup), yang berarti bahwa kehidupan adalah proses yang terkait dengan jiwa dan tubuh.
- Epikurus (341-270 SM)*: seorang filosof Yunani Hellenistik, membahas tentang konsep "hedonisme" (kesenangan), yang berarti bahwa kehidupan adalah tentang mencari kesenangan dan menghindari penderitaan.
Filosof-filosof Yunani kuno lainnya yang membahas apa itu kehidupan secara lebih umum: Sokrates (469-399 SM) - Platon (428-348 SM) - Para Stoikis (c. 300 SM - 300 M)
Mereka semua memiliki penafsiran saling beda tentang apa itu kehidupan serta bagaimana kita sebaiknya hidup. Membahas kehidupan oleh manusia sama kompleks dengan membahas gajah oleh para tunanetra.
Masing-masing memiliki tafsir saling beda satu dengan lain-lainnya semisal yang memegang perut gajah bilang bahwa gajah itu gendut namun yang memagang telinga gajah yakin bahwa gajah itu tipis sementara yang pegang ekor menafsirkan gajah itu kecil mungil dan terus menerus bergerak sambil bau kotoran akibat dekat dengan anus, lain halnya yang memegang belalai gajah menduga gajah itu panjang dan lentur.
Belalai cuma satu tetapi bisa digunakan untuk melakukan berbagai macam kegiatan. Maka para pemikir mencari makna apa yang disebut sebagai kehidupan dengan kesimpulan masing-masing beda satu dengan lain-lainnya tergantung dari sisi dan perpektif mana dipandang dan lensa apa yang digunakan untuk menerawang makna kehidupan yang sebenarnya.




KOMENTAR ANDA