post image
Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Widya Sadnovic, (paling kanan) berbicara di dalam peringatan Hari Sepak Bola Dunia, 19 Mei 2026.
KOMENTAR

Indonesia menyambut baik perayaan World Football Day 2026 yang digelar di New York pada 19 Mei 2026. Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Widya Sadnovic, menyampaikan bahwa sepak bola memiliki kekuatan transformatif yang mampu melampaui batas budaya, negara, dan generasi dalam memupuk solidaritas serta perdamaian dunia.

Dalam sambutannya, Indonesia menekankan bahwa World Football Day bukan sekadar perayaan olahraga, melainkan pengingat bagi masyarakat dunia untuk membawa semangat sportivitas dan persahabatan ke dalam kehidupan sehari-hari. Sepak bola dipandang sebagai platform strategis untuk pemberdayaan pemuda dan upaya pembangunan perdamaian di berbagai komunitas.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Indonesia baru saja meluncurkan inisiatif berbasis komunitas bertajuk UNILeague Play for Peace. Program ini merupakan inisiatif "Olahraga untuk Pembangunan" (Sport-for-Development) yang dipimpin oleh pemuda, dengan fokus utama pada kesadaran kesehatan mental, kepemimpinan, dan pembangunan perdamaian melalui sepak bola.

Program UNILeague Play for Peace ini juga menjadi bagian dari kampanye global #Football4MentalHealth dari Kantor Pemuda PBB (UN Youth Office). Melalui inisiatif ini, para pemuda Indonesia tidak hanya berkompetisi di lapangan hijau, tetapi juga aktif mengikuti lokakarya mengenai pengembangan diri, resiliensi, serta nilai-nilai kepemimpinan.

Inisiatif ini telah menunjukkan dampak yang signifikan dengan melibatkan lebih dari 10.000 anak muda di seluruh Indonesia melalui partisipasi 17 universitas. Melalui keterlibatan tersebut, para pemuda diberdayakan untuk menjadi agen perubahan yang mempromosikan empati, rasa saling menghormati, dan kerja sama tim di lingkungan mereka masing-masing.

Sebagai penutup, Indonesia menegaskan kembali peran penting generasi muda sebagai mitra strategis dalam menjaga perdamaian dunia. 

Pemerintah Indonesia mengajak komunitas internasional untuk melihat sepak bola sebagai alat pemersatu, di mana seluruh umat manusia berada dalam "satu tim" yang sama untuk mencapai tujuan bersama menuju dunia yang lebih damai dan sejahtera.


Senat AS Akhirnya Batasi Kekuasaan Trump untuk Perang dengan Iran

Sebelumnya

Peluang AS dan China Menghindari “Perangkap Thucydides”: Perspektif “Permainan Ayam”

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Dunia