post image
Presiden AS Donald Trump dan Presiden UFC Dana White/BBC
KOMENTAR

Perang di Iran belum lagi usai. Donald Trump dijadwalkan akan menyaksikan langsung pertandingan bela diri campuran (MMA) di Gedung Putih pada hari Minggu ini. Pertandingan tersebut akan dilangsungkan di sebuah arena khusus yang dibangun di South Lawn bernama "The Claw". Trump, dengan gaya khasnya, memprediksi acara ini sebagai "pertunjukan terhebat di bumi" yang akan menampilkan 14 petarung elit.

Acara yang diberi nama UFC Freedom 250 ini diselenggarakan untuk merayakan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat dengan mengusung tema "semangat juang Amerika". Arena baja setinggi 28 meter telah berdiri di area Gedung Putih, yang mampu menampung sekitar 4.000 penonton di lokasi, sementara 85.000 orang lainnya diharapkan menyaksikan melalui layar raksasa di area Ellipse terdekat.

Namun, perhelatan ini menuai kontroversi besar dan kritik tajam. Banyak pihak mempertanyakan kepatutan penggunaan monumen nasional untuk acara olahraga bela diri, bahkan sebuah gugatan hukum federal sempat diajukan untuk menghentikan acara tersebut, meskipun hakim akhirnya memutuskan bahwa acara tetap bisa dilanjutkan.

Kritik utama datang dari kelompok anti-korupsi, Public Integrity Project, yang menyebut acara ini sebagai penyalahgunaan aset negara yang "sangat korup". Mereka menyoroti hubungan keuangan antara Trump, yang memiliki saham di TKO (perusahaan induk UFC), dengan Presiden UFC, Dana White, serta potensi keuntungan finansial dari hak siar dan sponsor acara tersebut.

Pihak Gedung Putih membantah keras tuduhan tersebut. Mereka menyatakan bahwa tidak ada konflik kepentingan karena aset Trump dikelola dalam bentuk trust oleh anak-anaknya. Selain itu, UFC mengklaim bahwa mereka mengucurkan dana sebesar $60 juta untuk acara ini dan tidak mengharapkan keuntungan, termasuk biaya restorasi rumput South Lawn senilai 700 ribu dolar AS.

Di balik kontroversi tersebut, acara ini merupakan puncak dari aliansi dua dekade antara Trump dan Dana White. Ketika UFC berjuang menghadapi penolakan arus utama dan pelarangan di banyak negara bagian pada awal tahun 2000-an, Trump adalah salah satu tokoh yang memberikan dukungan dengan menjadi tuan rumah bagi dua acara UFC di kasino miliknya di Atlantic City.

Secara politis, acara ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menarik basis pemilih kunci. Penggemar UFC didominasi oleh pria di bawah usia 30 tahun, kelompok yang secara historis mendukung Trump. Analis menyebut langkah ini sebagai upaya mengirim pesan "maskulinitas positif" di tengah perdebatan budaya yang sedang berlangsung di Amerika.

Meskipun presiden terdahulu sering menggunakan halaman Gedung Putih untuk acara seperti festival musik atau perayaan hari raya, perhelatan MMA ini dianggap benar-benar unik. Sejarawan Gedung Putih menyebut acara ini "belum pernah terjadi sebelumnya" karena karakteristik pertunjukannya yang sangat berbeda dari hiburan performatif biasa.

Dari sisi teknis, pertandingan ini akan menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya atlet berkompetisi secara profesional di lingkungan Gedung Putih. Kartu pertarungan akan menampilkan laga utama antara Ilia Topuria yang mempertahankan gelar kelas ringannya melawan Justin Gaethje.

Keamanan menjadi perhatian besar dengan perkiraan pengeluaran dana federal sebesar 10 juta sampai12 juta dolar AS untuk pengamanan dan penutupan jalan. Dengan sorotan yang tertuju langsung ke jendela Kantor Oval, acara ini dipastikan akan menjadi salah satu momen paling mencolok dan diperdebatkan dalam sejarah penggunaan properti Gedung Putih.


Media Israel Kutip Trump, Perdamaian dengan Iran Ditandatangani di Eropa Akhir Pekan

Sebelumnya

Draf Perjanjian Terbaru Iran-AS Dibocorkan, Ini Isinya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia