post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan

SELAMAT datang di keluarga tetumbuhan paling bau nyengat sedapur. Namanya: BAWANG. Dia bikin masakan naik level, dan air mata turun mengalir.

1. TAKSONOMI: SALAM DARI KELUARGA ALLIUM

Tinggal di Famili Amaryllidaceae, Marga Allium.
Moto: "Kami berlapis. Kami nyengat. Kami bersaudara"
Jagoannya:
1. Bawang Merah Allium cepa var. aggregatum: Si kecil cabe rawit
2. Bawang Putih Allium sativum: Bos mafia anti vampir
3. Bawang Bombay Allium cepa: Mentah nampol, ditumis manis
4. Bawang Daun & Prei: Raja garnish dan sop

2. KENAPA PENTING  DI DAPUR?

Karena dia kunci umami. Pas kena wajan panas, 200+ senyawa sulfur meledak. Itu pertanda : "Masakan enak dimulai!" Tanpa bawang, gulai = sayur bening. Hidup = hambar.

3. KENAPA NANGIS PAS NGUPAS?

Serangan kimia. Sel pecah → keluar gas syn-propanethial-S-oxide → nyerang mata → banjir. Itu bukan kamu baper. Itu bawangnya yang agresif. Dan seharusnya air mata itu ada nilai ekonominya.
Upah pengupas: Rp 2.000 - Rp 5.000 per kg
Harga jual bawang merah kupas: Rp 35.000 - Rp 50.000 per kg. Supermarket: Rp 55.000 - Rp 65.000/kg.
Kecepatan produksi buruh: 3 - 4 kg/jam. Jagoan: 5 kg/jam

4. BEDAH OMSET: PERUSAHAAN 100 BURUH

Ambil tengah: 1 buruh = 3,5 kg/jam x 8 jam = 28 kg/hari
100 buruh = 2.800 kg/hari

Omset Kotor: 2.800 kg x Rp 42.500 = Rp 119.000.000/hari
Biaya Upah: 2.800 kg x Rp 3.500 = Rp 9.800.000/hari
1 buruh bawa pulang: 28 kg x Rp 3.500 = Rp 98.000/hari

5. BAB KHUSUS: BAGAIMANA BIAR TEMBUS UMR JAKARTA Rp 5.730.000?

Nah ini PR kita bersama. UMR Jakarta 2026 = Rp 5.730.000/bulan.
Kalau kerja 26 hari, maka buruh harus bawa pulang: Rp 5.730.000: 26 = Rp 220.385/hari.

Dengan upah Rp 3.500/kg, maka dia harus kupas:
Rp 220.385: Rp 3.500 = 62,96 kg/hari
Dibagi 8 jam = 7,87 kg/jam

Realitadaya pengupas bawang tercepat mentok 5 kg/jam = 40 kg/hari = Rp 140.000/hari = Rp 3.640.000/bulan. Masih kurang Rp 2.090.000 dari UMR Jakarta. Cukup untuk UMR Banjarnegara.

Solusinya ada 3:

1. Naikkan upah/kg: Biar 28 kg/hari tembus UMR, upah harus Rp 220.385: 28 kg = Rp 7.871/kg
2. Tambah jam kerja: 62,96 kg: 3,5 kg/jam = 18 jam. Nggak manusiawi.
3. Pakai mesin kupas: Produksi naik, buruh jadi operator dengan gaji tetap UMR.  Air mata buruh jangan cuma buat bumbu.

Karena dia tukang spill. Senyawa allicin keluar lewat napas dan keringat. Hasilnya: pagi makan soto, siang meeting bawang.

Deodoran = menutup bau. Bawang = menebar bau. Jadi tolong, bawang hanya untuk wajan ya. Bukan ketiak.

Bawang ngajarin 3 hal:

1. Mau berharga? Rela dikuliti.
2. Mau enak? Bikin orang nangis dulu.
3. Mau sejahtera? Itung upahnya, jangan cuma itung enaknya.

Dari tangan buruh yang perih, ke wajan emak-emak, ke omset ratusan juta. Semua berawal dari 1 umbi "tek" yang baunya nempel 3 hari.

Hormati bawang. Hormati juga pengupasnya. Karena tanpa mereka, kuliner bangsa ini miskin.


Kelirumologi Titanic

Sebelumnya

Jangan Bunuh Burung Ajuk-ajuk

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana