post image
KOMENTAR

Korea Utara berencana mengirimkan sekitar 100 atlet untuk berlaga dalam 14 cabang olahraga pada ajang Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang. Keikutsertaan delegasi ini diiringi tekad kuat dari para atlet untuk membawa pulang medali emas serta mempersembahkan kebanggaan bagi sang pemimpin tertinggi, Kim Jong Un.

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Korea Utara, Ko Chol Ho, mengonfirmasi kabar keberangkatan kontingen tersebut dalam wawancaranya dengan surat kabar Choson Sinbo. Ia menegaskan bahwa para atlet telah menjalani program latihan intensif dan memiliki motivasi tinggi demi memenuhi harapan besar rakyat serta pemerintah Korea Utara di kancah olahraga internasional.

Ko menjelaskan bahwa seluruh anggota kontingen terus berlatih tanpa lelah setiap harinya dengan tekad bulat untuk mempersembahkan sukacita kepada Marsekal Kim Jong Un. Semangat juang dan dedikasi penuh menjadi modal utama para atlet dalam mempersiapkan diri menjelang pembukaan pesta olahraga terbesar di benua Asia tersebut.

Meskipun jumlah atlet yang diberangkatkan lebih sedikit dibanding kontingen Asian Games Hangzhou pada tahun 2023—yang mencapai 185 atlet—pemerintah Korea Utara tetap optimistis. Delegasi yang lebih ramping ini justru diproyeksikan mampu mendulang pencapaian medali yang lebih baik dari torehan sebelumnya.

Sebagai catatan, pada Asian Games Hangzhou, kontingen Korea Utara berhasil membawa pulang total 39 medali, yang terdiri dari 11 medali emas, 18 perak, dan 10 perunggu. Separuh dari perolehan medali emas tersebut disumbangkan oleh cabang angkat besi yang memang menjadi lumbung prestasi utama negara tersebut.

Pada perhelatan di Jepang mendatang, atlet-atlet Korea Utara akan kembali difokuskan pada cabang-cabang olahraga unggulan mereka. Beberapa cabang andalan yang diproyeksikan menyumbang medali di antaranya adalah angkat besi, sepak bola putra dan putri, tinju, serta gulat.

Menariknya, daftar kontingen Korea Utara kali ini turut menyertakan dua atlet etnis Korea yang berdomisili di Jepang (Zainichi). Keduanya adalah pemain sepak bola wanita Ri Song-a dan atlet karate Jong Se-ri, yang dipanggil untuk memperkuat tim nasional Korea Utara di tanah tempat mereka bermukim.

Ajang Asian Games di Aichi-Nagoya ini juga menandai kelanjutan kembalinya Korea Utara ke panggung olahraga internasional pascapandemi COVID-19. Sebelumnya, negara tersebut sempat mengisolasi diri dari kompetisi global sebelum akhirnya kembali tampil di Asian Games 2023 dan Olimpiade Paris 2024.

Keikutsertaan kontingen Korea Utara di Jepang menjadi sorotan diplomasi yang menarik di tengah ketegangan geopolitik antara Pyongyang dan Tokyo. Hubungan bilateral kedua negara belakangan ini kerap diwarnai saling kritik, terutama terkait isu keamanan dan militerisasi kawasan.

Ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026. Pesta olahraga ini diperkirakan akan diikuti oleh lebih dari 11.000 atlet dari 45 negara di kawasan Asia yang siap bersaing memperebutkan gelar terbaik di berbagai arena pertandingan.


Sempat Hilang, AS Tegaskan Kembali Komitmen pada Denuklirisasi Korut

Sebelumnya

Uji Coba Rudal Balistik di Pasifik, Beijing: Australia Harus Bersyukur

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia