post image
Drone TB-001 milik China diintersep dan difoto oleh JASDF, 18 Agustus 2026 di atas Laut China Timur.
KOMENTAR

Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan bahwa Angkatan Udara Bela Diri Jepang (JASDF) kembali mengerahkan jet tempur untuk mencegat kendaraan udara tak berawak (UCAV) serang milik militer China, Tengden TB-001 "Twin-Tailed Scorpion".

Drone tempur berukuran besar tersebut terdeteksi bermanuver di atas Laut China Timur bersama sebuah pesawat perang elektronik dan intelijen sinyal (SIGINT) Shaanxi Y-9Z.

Berdasarkan rilis resmi dari Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang, insiden pencegatan udara terbaru terjadi pada 18 Agustus 2026. Pihak JASDF segera meluncurkan jet tempur dari Komando Pertahanan Udara Barat dan unit terkait lainnya setelah mendeteksi pergerakan kedua pesawat militer China tersebut yang mendekati wilayah pengawasan udara Jepang.

Kedua armada udara Beijing tersebut terpantau terbang dalam pola utara-selatan di perairan internasional antara Kepulauan Danjo di Prefektur Nagasaki hingga lepas pantai pulau utama Okinawa. Data pemantauan radar memperlihatkan jalur penerbangan drone TB-001 dan pesawat Y-9Z berada dalam posisi berdekatan dan sempat saling tumpang tindih sebelum pesawat Y-9Z berputar arah kembali ke daratan China.

Tengden TB-001 merupakan salah satu drone tempur kelas berat andalan China dengan desain unik berkonfigurasi twin-boom dan ditenagai oleh tiga mesin turboprop, termasuk satu baling-baling pendorong (pusher propeller) di bagian belakang badan pesawat. Drone berdaya jelajah tinggi ini pertama kali diperkenalkan ke publik secara luas pada ajang Zhuhai Air Show 2022 sebagai platform pengintai dan penyerang presisi.

Dari segi kapabilitas tempur, drone "Twin-Tailed Scorpion" mampu membawa muatan senjata berbobot 1,2 hingga 3 ton dengan daya tahan terbang (endurance) mencapai 36 hingga 40 jam tanpa henti. Drone ini sanggup dipersenjatai dengan berbagai amunisi modern, mulai dari bom berpemandu laser seri FT, rudal udara-ke-darat, hingga rudal anti-kapal jarak jauh.

Foto udara jarak dekat yang dirilis oleh militer Jepang memperlihatkan sejumlah fitur teknis khusus pada TB-001 yang dicegat tersebut. Di antaranya terdapat antena tambahan di atas sirip penstabil vertikal sebelah kanan, probe data penerbangan (flight-data probe), serta kubah sensor elektro-optik (electro-optical turret) di bagian bawah hidung pesawat.

Sementara itu, pesawat pendamping Shaanxi Y-9Z yang turut dicegat merupakan platform khusus peperangan elektronik (Electronic Warfare) dan intelijen komunikasi (COMINT). Varian canggih dari seri Y-9 ini dilengkapi dengan antena radar berukuran besar di bagian samping badan pesawat, kubah sensor ventral, serta antena komunikasi satelit (SATCOM) di punggung pesawat untuk menyadap dan mengganggu transmisi musuh.

Penerbangan jarak dekat yang terkoordinasi antara drone TB-001 dan pesawat khusus Y-9Z memicu spekulasi mengenai uji coba doktrin kerja sama antara pesawat berawak dan nirawak (Manned-Unmanned Teaming atau MUM-T) oleh militer China. Konsep ini memungkinkan pesawat komando seperti Y-9Z bertindak sebagai pusat kendali operasional dan data taktis bagi drone serang di lini depan.

Pencegatan ini bukanlah yang pertama, mengingat Jepang juga sempat mengonfirmasi kemunculan perdana TB-001 di kawasan tersebut pada 12 Juni 2026. Pejabat pemerintah Jepang menegaskan komitmen Tokyo untuk terus memperketat pengawasan udara dan mengambil langkah-langkah pencegahan menyeluruh terhadap segala potensi pelanggaran ruang udara nasional.

Aktivitas penerbangan militer China di sekitar perairan barat daya Jepang ini juga berlangsung beriringan dengan manuver pesawat pengintai Rusia seperti Ilyushin Il-20 di kawasan Pasifik utara. Peningkatan intensitas patroli individu maupun patroli bersama antara China dan Rusia di Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Jepang menandakan eskalasi dinamika keamanan yang kian tinggi di kawasan Asia Timur.

 


Sjafrie dan Dong Jun Sepakat Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Sebelumnya

Penerbangan Pesawat C-17 US Air Force Dibatalkan Akibat Peringatan Peluncuran Rudal Rusia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer