post image
KRI Leuser-924
KOMENTAR

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk memperkuat operasi pencarian rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Langkah cepat ini diambil guna mendukung tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang tengah berupaya menyisir laut demi menemukan keberadaan para awak media beserta kru kapal.

Berdasarkan keterangan resmi TNI AL, ketiga armada tempur laut yang diterjunkan terdiri atas KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Pengerahan ketiga kapal tersebut ditujukan untuk memperluas cakupan area penyisiran dan mempercepat pendeteksian di perairan terbuka Selat Sunda.

Rombongan yang berada di dalam speedboat tersebut terdiri atas lima orang jurnalis foto dan video serta awak kapal. Mereka bertolak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau dalam rangka melakukan peliputan langsung terhadap peningkatan aktivitas vulkanik gunung api bawah laut tersebut.

Kelima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut telah teridentifikasi, yaitu M. Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis foto lepas (freelance). Selain para pewarta, terdapat pula awak kapal yang mendampingi pelayaran tersebut.

Peristiwa bermula saat kapal cepat yang mereka tumpangi berangkat dari Dermaga Pagedongan, wilayah Carita, Pandeglang, pada Senin siang. Rombongan dijadwalkan mendekati perairan sekitar gugusan Krakatau guna mendokumentasikan letusan dan kepulan abu vulkanik.

Komunikasi terakhir dengan salah satu jurnalis masih sempat terjalin pada Senin sore sekitar pukul 14.42 hingga 15.04 WIB ketika salah satu penumpang sempat mengirimkan koordinat posisi. Namun setelah waktu tersebut, sinyal ponsel serta seluruh sambungan komunikasi terputus total tanpa kabar lanjutan.

Operasi pencarian dan penyelamatan sendiri dipimpin oleh Kantor Basarnas Banten yang sebelumnya telah menerjunkan beberapa tim pencari bersama perahu Rigid Inflatable Boat (RIB) serta peralatan deteksi air dan komunikasi. Masuknya armada TNI AL memberikan dorongan signifikan mengingat daya jelajah KRI yang jauh lebih luas dan tangguh menghadapi gelombang tinggi.

Tim SAR gabungan juga memperluas radius pencarian hingga ke sekitar Pulau Sebesi dan pulau-pulau kecil di koridor Lampung–Banten. Penelusuran dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan kapal mengalami gangguan teknis mesin atau sengaja menepi dan terdampar di pulau terdekat.

Tantangan utama yang dihadapi tim gabungan di lapangan adalah dinamika erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih aktif serta sebaran abu vulkanik di kawasan perairan tersebut. Kendati demikian, koordinasi antarsatuan terus dimaksimalkan dengan melibatkan potensi nelayan lokal di sepanjang pesisir Selat Sunda.

Hingga saat ini, operasi pencarian intensif masih berlangsung tanpa henti di bawah kendali Posko SAR Gabungan. Keluarga korban, komunitas pers nasional, serta instansi terkait berharap kehadiran armada KRI TNI AL dapat segera menemukan seluruh jurnalis dan kru kapal dalam kondisi selamat.


Shalat Minta Hujan di Lahat Diikuti Dubes Palestina untuk Indonesia

Sebelumnya

Jumhur: Perdagangan Karbon Bukan Awal, Tapi Hasil dari Aksi Lingkungan yang Terukur

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Nasional