post image
Pertemuan Menteri Lingkungan BRICS pada Agustus 2026 yang mendahalui KTT ke-18 BRICS di India pada September 2026.
KOMENTAR

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS resmi diselenggarakan di New Delhi, India, pada Sabtu, 12 September 2026. Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi sorotan dunia karena berlangsung di tengah situasi geopolitik global yang tengah didera berbagai konflik dan ketidakpastian keamanan.

Pemimpin dari negara-negara anggota BRICS berkumpul di pusat konvensi Bharat Mandapam untuk membahas masa depan kerja sama ekonomi serta strategi kolektif di tengah bayang-bayang perang global. Kehadiran para kepala negara dalam forum ini mencerminkan pentingnya posisi blok tersebut dalam dinamika politik internasional saat ini.

Salah satu fokus utama dalam agenda KTT kali ini adalah penguatan multilateralisme dan peran strategis BRICS bagi kawasan Selatan Global. Di tengah situasi dunia yang semakin terpolarisasi, BRICS berupaya mengonsolidasikan kekuatan untuk menjaga stabilitas ekonomi di antara negara-negara anggotanya.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dikabarkan hadir secara langsung dalam KTT tersebut sebagai anggota penuh. Partisipasi Indonesia di KTT ke-18 ini menandai langkah strategis pemerintah dalam memperluas ruang kemitraan ekonomi dengan negara-negara besar di blok tersebut.

Sebelum keberangkatannya, pemerintah Indonesia telah menegaskan komitmen untuk mendorong inklusivitas ekonomi dan keuangan. Indonesia berupaya membangun berbagai inisiatif yang saling melengkapi guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan kondisi global yang kompleks.

Para delegasi yang hadir dijadwalkan akan membahas berbagai isu mendesak, mulai dari reformasi sistem keuangan global hingga kolaborasi di bidang inovasi dan teknologi. Diskusi ini dinilai krusial bagi negara-negara berkembang yang terdampak oleh fluktuasi ekonomi global.

Selain isu ekonomi, KTT ini juga menjadi ajang bagi para pemimpin dunia untuk melakukan pertemuan bilateral guna membahas krisis kemanusiaan dan keamanan di berbagai wilayah. Isu-isu seperti eskalasi konflik di Timur Tengah turut menjadi pembicaraan penting di sela-sela sesi formal.

India, selaku tuan rumah, telah melakukan persiapan keamanan dan logistik yang ketat demi memastikan kelancaran rangkaian acara. New Delhi diharapkan dapat menjadi titik temu yang produktif bagi para pemimpin BRICS dalam menciptakan resolusi damai bagi tantangan global.

Hingga saat ini, para delegasi terus merumuskan kesepakatan bersama yang akan tertuang dalam deklarasi akhir KTT. Harapannya, hasil dari pertemuan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya tatanan dunia yang lebih adil dan multipolar.

KTT ke-18 BRICS dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 12 hingga 13 September 2026. Fokus utama di hari kedua akan diarahkan pada pengesahan komitmen kerja sama jangka panjang antarnegara anggota untuk memperkokoh ketahanan ekonomi kolektif.

 


Maroko Memilih Jalin Hubungan Bertetangga yang Baik dengan Spanyol, Sayangkan Berbagai Pihak yang Bikin Keruh

Sebelumnya

Kemlu RI Sikapi Kondisi Terakhir di Yaman: Hentikan Serangan Houthi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia