post image
Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan RI menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang dicopot secara mendadak saat sedang mengikuti rapat dengan DPD RI, 14 September 2026.
KOMENTAR

Kedaulatan ekonomi bukan berarti menutup telinga. Kedaulatan justru terlihat ketika pemerintah mampu mengambil keputusan sendiri dengan dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dari delapan kemungkinan tersebut, pergantian ini tampaknya lebih tepat dibaca sebagai perubahan tahap.

Purbaya mewakili keberanian mendorong pertumbuhan. Suahasil datang membawa tugas menjaga ketertiban fiskal.

Keberhasilan Suahasil nantinya tidak cukup diukur dari kemampuannya mempertahankan defisit di bawah 3 persen. Ia juga harus membantu pemerintah menjawab tiga persoalan penting.

Bagaimana membiayai program besar tanpa membebani APBN secara berlebihan?

Bagaimana mengoptimalkan Danantara tanpa mengaburkan batas antara kekayaan negara dan anggaran negara?

Bagaimana mengejar pertumbuhan tinggi tanpa kehilangan kepercayaan masyarakat dan pasar?

Dari ketiga pertanyaan itu, perkara Rp120 triliun Danantara mungkin menjadi ujian pertama.

Sebab, yang dipersoalkan bukan hanya uang, melainkan juga kewenangan. Publik perlu mengetahui siapa yang memutuskan penggunaan laba BUMN, bagaimana mekanismenya, dan siapa yang bertanggung jawab jika targetnya tidak tercapai.

Di situlah arti sebenarnya dari pergantian Menteri Keuangan ini.

Jika pemerintah dapat memperjelas hubungan antara Presiden, Kementerian Keuangan, APBN, BUMN, dan Danantara, pencopotan Purbaya bisa dikenang sebagai koreksi yang diperlukan.

Jika tidak, pergantian ini hanya akan menambah satu kesan: pemerintah masih mencari bentuk pengelolaan ekonomi yang dianggap paling tepat.


Pintu Dipercepat, Pengawasan Diperketat

Sebelumnya

Purbaya Pergi, Suahasil Datang: Siapa yang Mengendalikan Rem APBN?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional