post image
Museum Masa Depan di Dubai, Uni Emirat Arab.
KOMENTAR

Sektor pariwisata Dubai terus menunjukkan kinerja yang kuat, dengan sektor perhotelan mencatat pertumbuhan yang konsisten. Hal ini tercermin dalam data terbaru yang dirilis Dubai Department of Economy and Tourism (DET) pada hari pembukaan Arabian Travel Market (ATM) 2026.

Kinerja hingga Agustus menunjukkan kuatnya fondasi pariwisata Dubai, yang didukung oleh sistem yang solid, kolaborasi dengan berbagai mitra, serta pasar yang semakin beragam. Pencapaian ini juga mencerminkan ketangguhan industri pariwisata Dubai yang terus berinvestasi, berinovasi, dan meningkatkan pengalaman bagi para wisatawan. Tren positif ini turut memperkuat keyakinan terhadap posisi Dubai sebagai destinasi pariwisata hingga akhir 2026.

Tingkat okupansi hotel mencapai 66% pada Agustus, setara dengan 89% dari tingkat okupansi pada Agustus 2025. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan 36% pada Maret 2026, yang menunjukkan permintaan terus menguat dan kinerja sektor perhotelan Dubai yang semakin positif.

Di tengah perkembangan tersebut, sejumlah hotel juga mulai menjalankan proyek renovasi berskala besar untuk meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus mempersiapkan fasilitas mereka untuk kebutuhan ke depan. Jumlah kamar hotel di Dubai pun mendekati 149.000 kamar pada akhir Agustus 2026. Dalam delapan bulan pertama tahun ini, hotel-hotel di Dubai mencatat 21,61 juta malam kamar terisi, menunjukkan tingginya aktivitas di sektor perhotelan.

Kinerja sektor perhotelan yang kuat turut tercermin pada jumlah kunjungan wisatawan. Dubai menyambut sekitar 869.000 wisatawan internasional yang menginap pada Agustus 2026, setelah mencatat pertumbuhan dua digit setiap bulannya sejak Maret. Angka tersebut menjadi jumlah kunjungan bulanan tertinggi sejak Februari 2026, sehingga total kunjungan wisatawan internasional dalam delapan bulan pertama tahun ini mencapai 6,97 juta.

Dubai terus menarik wisatawan dari berbagai kawasan di dunia. Sepanjang Januari hingga Agustus, Eropa Barat menjadi kontributor wisatawan terbesar dengan menyumbang 20% dari total kunjungan, diikuti Asia Selatan (17%), Kawasan Teluk (GCC) (16%), CIS, dan Eropa Timur (14%), Timur Tengah, dan Afrika Utara (MENA) (10%), Asia Timur Laut, dan Asia Tenggara (9%), Amerika (7%), Afrika (5%), serta Australasia (2%). Komposisi pasar yang beragam ini memberikan peluang bagi DET dan para mitranya untuk terus mendorong permintaan dari pasar yang sudah berkembang sekaligus menjangkau pasar baru.

Hal ini juga sejalan dengan tujuan Dubai Economic Agenda, D33, untuk semakin memperkuat posisi Dubai sebagai destinasi global terdepan untuk bisnis dan rekreasi, sekaligus membangun ekosistem pariwisata yang tangguh dan berorientasi masa depan.

Pasar Utama yang Beragam

CEO Dubai Corporation for Tourism and Commerce Marketing (DCTCM), yang merupakan bagian dari Dubai Department of Economy and Tourism (DET), Issam Kazim, menyampaikan, “Ketangguhan sebuah kota tidak hanya terlihat ketika semuanya berjalan lancar, tetapi juga saat menghadapi berbagai tantangan. Sejalan dengan arahan kepemimpinan kami, Dubai tidak menunggu kondisi yang sempurna untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik."

"Pencapaian sepanjang tahun ini mencerminkan upaya berkelanjutan dari seluruh pihak yang berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor pariwisata Dubai, mulai dari mitra perhotelan dan pariwisata global hingga masyarakat di seluruh kota yang turut menciptakan pengalaman yang dinikmati para pengunjung. Kami bangga melihat bagaimana industri pariwisata Dubai terus menunjukkan kinerja yang kuat dalam beberapa bulan terakhir. Dubai tetap mampu menyambut wisatawan internasional dalam jumlah besar, didukung oleh komposisi pasar yang beragam, infrastruktur perhotelan yang luas, serta ragam pengalaman yang terus berkembang,” sambungnya.

“Arabian Travel Market (ATM) menjadi kesempatan penting untuk melanjutkan perkembangan tersebut dan mendukung industri pariwisata Dubai. Ajang ini memberikan kesempatan bagi kami untuk bertemu langsung dengan mitra dari berbagai negara, memahami perkembangan di masing-masing pasar, serta bersama-sama melihat peluang yang ada. Fokus kami tetap pada kolaborasi erat dengan industri, memperkuat permintaan dari pasar yang sudah ada maupun pasar baru, serta terus memberikan alasan menarik bagi wisatawan untuk memilih Dubai. Fondasi dan kemitraan yang kuat ini memberikan keyakinan bagi kami dalam menyambut sisa tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya.”

Arabian Travel Market (ATM) ke-33 berlangsung pada 14–17 September di Dubai World Trade Centre, mempertemukan pelaku industri pariwisata dan perjalanan dari berbagai negara di Dubai. Ajang ini berlangsung di tengah upaya berbagai pasar untuk meningkatkan permintaan dan menemukan peluang baru.

Bagi DET dan para mitranya, ATM menjadi kesempatan penting untuk memperkuat hubungan dengan para pelaku industri perjalanan internasional, membuka peluang baru di berbagai pasar utama, serta menunjukkan perkembangan Dubai sebagai destinasi global yang terus bertransformasi.

Model kemitraan yang kuat

DET hadir dalam ATM 2026 bersama lebih dari 115 peserta pameran dari berbagai sektor dalam ekosistem pariwisata Dubai, termasuk grup hotel, atraksi wisata, perusahaan pengelola destinasi wisata, maskapai penerbangan, dan instansi pemerintah. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta yang terus menjadi landasan strategi pariwisata Dubai, sekaligus memperkenalkan beragam pilihan wisata Dubai kepada pelaku industri perjalanan dari berbagai negara. 

DET juga menghadirkan lebih dari 300 profesional industri perjalanan internasional dari lebih dari 40 negara melalui program ATM Hosted Buyers. Program ini memberikan kesempatan bagi para buyer untuk mengenal Dubai secara langsung, bertemu dengan pelaku sektor pariwisata, menemukan produk dan pengalaman wisata baru, serta memahami perkembangan terbaru Dubai sebagai destinasi. 

Pengalaman wisata yang terus berkembang
Dalam ATM 2026, DET bersama para mitranya menampilkan perkembangan pariwisata Dubai yang mencakup sektor perhotelan, gastronomi, budaya, hiburan, wellness, aksesibilitas, keberlanjutan, serta pengalaman wisata untuk keluarga. Fokus Dubai pada 2026 juga mencakup penguatan konektivitas global serta peningkatan aksesibilitas bagi wisatawan berkebutuhan khusus, serta pengembangan berbagai inisiatif, termasuk Dubai Sustainable Tourism dan Dubai Can.

Sepanjang 2026, DET terus memperluas cara untuk menjangkau audiens internasional dan memperkuat dukungan terhadap Dubai sebagai destinasi pilihan wisatawan. Hal ini dilakukan melalui komunikasi dengan perwakilan industri perjalanan internasional, market briefing, roadshow, kampanye, dan kemitraan internasional yang disesuaikan dengan pasar yang dituju.

Program ‘A Dubai Invite’ yang baru-baru ini diluncurkan DET juga mengajak penduduk Dubai dari hampir 200 negara untuk mengundang keluarga dan teman mereka untuk menikmati Dubai. Lebih dari 90.000 penduduk telah mendaftarkan diri untuk mendapatkan manfaat dari program ini. Berbagai langkah ini dilakukan untuk mengapresiasi peran penduduk Dubai dalam memperkenalkan destinasi, menjaga visibilitas dan citra positif Dubai, memperkuat hubungan dengan pasar yang dituju, serta mendorong permintaan perjalanan ke Dubai ke depannya.

Awal tahun ini, di tengah situasi regional yang berdampak terhadap perjalanan global, Pemerintah Dubai memberikan paket dukungan senilai AED 2,5 miliar (sekitar 12 triliun rupiah) untuk sektor pariwisata, perhotelan, dan hiburan. Dubai juga dengan cepat memulihkan konektivitas globalnya, yang didukung oleh Emirates yang telah memulihkan 97% jaringan globalnya, serta Dubai International Airport (DXB), yang tingkat keterisiannya (load factor) terus menguat dan semakin mendekati capaian pada 2025.

Selama empat hari ATM 2026, DET akan menggelar berbagai pertemuan dengan mitra serta diskusi bersama pelaku industri, dengan fokus memperkuat hubungan pariwisata Dubai dengan pasar internasional dan mendorong permintaan perjalanan ke Dubai ke depannya.


British Airways Umumkan Rute Baru Menuju Benua yang “Terlupakan”

Sebelumnya

Karena Radisson Lampung Kedaton, Liburan ke Lampung Jadi Semakin Sempurna

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Destinasi