Ada bencana alam kita hadapi. Sumatera bagian utara kemarin habis-habisan kita turun. Gempa bumi, apa itu? Krakatau, Karhutla. Kita kompak, kita hadapi kita tidak puas, kita belajar. Tapi saudara-saudara, ternyata hasil penyelidikan kita di lapangan bahwa fenomena karhutla tidak semata-mata alamiah. Ada campur tangan manusia dan menurut saya harus kita sikapi dengan hati-hati, dengan teliti. Saya minta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan dibantu TNI, dibantu intelligence untuk selidik. Karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab. Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar. Yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan.
Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita. Kita tidak boleh menganggap ini remeh. Kita akan sekarang masif menangani itu. Tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas. Dan kali ini maaf kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja. Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar. dan bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia. Pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan, saudara-saudara bangsa Indonesia. Bangsa yang santun, bangsa Indonesia bangsa yang sabar. Bangsa Indonesia sering dihina.
Tapi bangsa Indonesia percayalah tidak mau diganggu terus-menerus. dan bangsa Indonesia tidak bisa dihentikan. Tidak bisa dihentikan. Berpuluh tahun sejak kita merdeka, bangsa-bangsa besar selalu intervensi, selalu ganggu kita, selalu menghasut perpecahan, selalu membiayai pemberontakan kerusuhan, adu domba, divide at impera, DITII kah, angkatan perang ratu adilkah, RMS kah, PRRI Permesta kah, pemberontakan 48. Indonesia kuat, Indonesia tahan. Kita sadar tahun 97, 98 banyak yang meramalkan dan banyak yang berharap dan banyak yang berulah.
Sekarang kita sudah tahu, semakin yakin banyak yang terlibat. Mereka yakin Indonesia pecah, tahun 99 tahun 2000 ternyata kita punya ketahanan nasional yang cukup kuat, saudara-saudara. Rakyat kita semakin pandai. Pemimpin-pemimpin kita di ujungnya akan menjaga persatuan, dan itulah yang sekarang saya jalankan. Politik saya adalah politik persatuan nasional. Saya ingin merangkul semua kekuatan. Marilah kita tanamkan perbedaan-perbedaan kita. Marilah kita bersatu untuk kepentingan yang besar. Kepentingan rakyat Indonesia hidup sejahtera. Rakyat Indonesia hidup damai. Rakyat Indonesia hidup dalam suasana Pancasila, suasana saling menghormati, saling mendukung, saling mengasihi.
Kita berbeda agama, mari kita jaga semua agama kita. Berbeda suku. Mari kita menjaga semua suku. Kita hormati semua suku. Berbeda bahasa daerah kita jaga semua adat, semua budaya daerah. Perbedaan adalah kekayaan. Menghormati adalah mulia.
Saudara-saudara sekalian, kita jaga semua agama, kita jaga semua ras. Karena sesungguhnya kita pun semua ini sudah campuran. Enggak ada satu suku yang murni satu suku. Saya kira lebih banyak orang Minang di Jakarta dari di Sumatera Barat. Saya percaya lebih banyak orang Batak di Bandung mungkin daripada di Danau Toba ya. Di Madura pun sudah tidak hanya orang Madura di situ, Saudara-saudara. Kita sudah menjelma yang melting pot sekarang ya Indonesia melting pot di ruangan ini saya lihat campuran ini semua. lya kan? Betul kan? Ada Pak Bahlil kan sudah jadi Menko, mungkin Menko pertama dari Fakfak. Betul. Menteri. Menteri apa? Menko pertama dari Fakfak ya. Betul. Betul. Menteri ESDM juga pertama. Menteri ESDM pertama. Baik.
Jadi, Saudara-saudara ini pembukaan agak panjang lebar tapi perlu saya sampaikan ya. Di tengah kita lihat dunia penuh tantangan, kita masih bersyukur. Masih bersyukur bahwa kita relatif dalam keadaan baik. Pangan kita terkendali, prestasi kita yang paling utama antara lain kita swasembada pangan dalam waktu cepat.
Saudara-saudara, pangan itu menentukan karena sekarang pangan bisa menjadi senjata. Dalam keadaan krisis kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain. Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan di musim yang sangat sulit 25, 26 kekeringan cukup panjang kita bisa sembada Elnino kita hadapi. Nanti ada Lanina kita hadapi. Kita sudah punya kontinjensi-kontinjensi. Ya, Saudara-saudara, dengan suasana pada pangan relatif kita punya daya tahan, harga minyak dunia naik dan akan naik. Kita bersyukur kita punya sumber-sumber energi lain yang cukup banyak. Batu bara kita masih banyak, geothermal kita banyak yang terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman, biodiesel kita nanti akan sangat membantu kita.
Kita sudah mencapai B50 dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi etanol E50. Mungkin tahun ini kita baru bisa mencapai E10. Mungkin 2 tahun lagi kita akan berharap mencapai E20. Dan 2 tahun sesudah itu kita berharap kita akan mencapai E50. Pada saat kita E50 dan B50 kita insyaallah tidak perlu impor BBM lagi dari luar.
Saudara-saudara sekalian, saya kira itu yang ingin saya sampaikan. Sesudah ini kita break sebentar dan kita persilakan kawan-kawan kita dari media untuk minum kopi dan saya berharap kopinya kopi dalam negeri sehingga nanti rapat kabinet paripurna tersebut kita lanjutkan secara internal. Intinya, Saudara-saudara, dalam pembukaan ini saya terima kasih dengan kerja keras saudara sekalian. Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita, tidak semua pemain akan kita mainkan di awal. Ada yang cadangan, ada yang pendukung, ada yang striker. Ya, yang cadangan jangan frustasi. Pada saatnya saudara akan kita mainkan. Ibarat ini pertandingan sepak bola kita sesungguhnya belum sampai ke halftime.
Ya, apa itu halftime? Ya. Ya. Kita belum selesai satu babak kan kita ini 5 tahun jadi 2 setengah tahun baru ya babak pertama habis itu kita akan ke babak kedua. Jadi ini masih babak pertama. Jadi tenang-tenang aja para pemain cadangan yang saya sudah lihat gelisah kapan saya dimainkan. Ya, tapi saudara-saudara saya sudah prihatin di babak pertama sudah ada yang masuk rumah sakit. Nah, ini yang kita waspadai ya. Saya minta Menteri Kesehatan ya coba menteri-menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan mungkin diundang check up yang lebih teliti lagi ya, cari vitamin-vitamin yang bagus ya. Kalau Menteri Kesehatan tidak tahu, nanti dari saya daftar vitaminnya.
Saudara-saudara sekalian, kita telah bekerja dengan baik, tapi kita tahu tantangan masih sangat besar. Rakyat kita berharap lebih banyak, kesulitan kita masih banyak, gangguan masih banyak. Ya, kita terus dihadangi macam-macamlah, MSCI macam-macam ya kan. Dia mau dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapapun dan tidak akan gentar.
Saudara-saudara sekalian, kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban dan kita tidak mengenal menyerah. Ya, Saudara-saudara sekalian, kalau perlu kita adakan penghematan besar-besaran, kita lebih hemat lagi nanti. Terima kasih untuk pembukaan selesai. Kita jedah 10 menit, kawan-kawan media terima kasih. Silakan. minum kopi. Kita break di tempat ya. Tapi yang mau yang mau ke toilet silakan.



KOMENTAR ANDA