post image
Luiz Inacio Lula da Silva
KOMENTAR

Kubu Flavio Bolsonaro akhirnya mengakui hasil putaran kedua pemilihan presiden Brasil, meskipun kandidat dari kubu sayap kanan tersebut bersumpah untuk membatalkan hasilnya.

Pada hari Senin, 26 Oktober 2026, Valdemar Costa Neto, pemimpin Partai Liberal yang berhaluan sayap kanan, mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa kelompok politiknya telah menerima hasil pemungutan suara tersebut.

Meski demikian, ia menyuarakan kekhawatiran Bolsonaro mengenai situasi seputar pemilihan umum tersebut.

"Kami mengakui hasil pemilihan presiden," ujar Costa Neto. "Namun, kami meyakini bahwa berbagai masalah yang diangkat perlu diklarifikasi dengan semestinya."

Pada hari Minggu, 25 Oktober 2026, Bolsonaro dikalahkan oleh petahana dari kubu kiri, Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, dengan selisih lebih dari 4,4 juta suara.

Bolsonaro belum secara resmi mengakui kekalahannya. Dalam pidato pascapemilihan, ia menyebut hasil pemilu tersebut "tidak dapat diterima", seraya menyoroti perpanjangan waktu pemungutan suara di saat-saat terakhir.

"Kami akan menempuh jalur hukum," katanya kepada para pendukungnya. "Saya akan meminta agar pemilihan ini dibatalkan."

Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada hari Senin, Bolsonaro juga mengungkapkan bahwa kepolisian federal memintanya untuk menyerahkan paspor miliknya, di tengah spekulasi bahwa ia mungkin akan meninggalkan negara itu setelah kekalahannya.

Ia menyatakan akan mematuhi perintah tersebut dan tidak memiliki rencana untuk pergi ke luar negeri.

Ia menyebutkan bahwa keputusan itu berasal dari seorang hakim Mahkamah Agung, yang didasarkan pada komentar saudaranya, Eduardo Bolsonaro—yang tinggal di Amerika Serikat—dalam sebuah siniar (podcast) AS dua hari sebelum pemilihan. Saat itu, Eduardo mengatakan, "Jika saudara saya tidak menang, saya mendukung agar ia meninggalkan negara ini."

Eduardo merujuk pada penyelidikan yang ditujukan terhadap saudaranya.

Kepolisian Brasil tengah menyelidiki Flavio Bolsonaro terkait dugaan korupsi yang berkaitan dengan pendanaan film biopik berjudul "Dark Horse" tentang ayahnya.

"Saya tidak pernah berniat meninggalkan negara ini. Saya akan menyerahkan paspor saya dan membela diri terhadap sandiwara hukum ini," ujar Flavio Bolsonaro.

Dalam pernyataan terpisah, kandidat dari kubu sayap kanan tersebut juga menyatakan dirinya sebagai "pemimpin oposisi".

Perpanjangan waktu pemungutan suara

Perpanjangan waktu pemungutan suara pada hari Minggu sempat diajukan oleh tim kampanye kedua kandidat—meskipun dengan alasan yang berbeda. Kubu Bolsonaro menyoroti cuaca buruk yang menghalangi sebagian pemilih untuk mencapai tempat pemungutan suara (TPS). Beberapa wilayah di Brasil bagian selatan, yang dikenal sebagai basis pendukung sayap kanan, dilanda hujan deras pada hari Minggu.

Sementara itu, tim kampanye Lula mendesak perpanjangan waktu pemungutan suara setelah menuding sejumlah kota membatasi layanan transportasi umum pada hari pemilihan.

Para sekutu pemimpin sayap kiri tersebut menganggap pengurangan layanan itu sebagai upaya intervensi pemilu, yang bertujuan menghalangi basis pendukung Lula dari kalangan kelas pekerja untuk memberikan suara.

Laporan media menyebutkan bahwa Pablo Souza, seorang pejabat transportasi di kota Salvador, ditangkap pada hari Minggu terkait masalah tersebut.

Menanggapi permohonan tersebut, Hakim Mahkamah Agung Cristiano Zanin memutuskan untuk memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam.

Meskipun tempat pemungutan suara di seluruh negeri seharusnya ditutup pada pukul 17.00 waktu Brasilia (20.00 GMT), perintah Zanin mengizinkan TPS yang belum tutup untuk tetap beroperasi hingga pukul 19.00 (22.00 GMT).

Setelah kekalahannya, Bolsonaro melayangkan protes, dengan menyatakan bahwa keputusan hakim tersebut telah merugikan para pemilihnya.

Ia merujuk pada hubungan Zanin dengan Lula sebagai dasar argumennya: Lula menunjuk Zanin sebagai hakim Mahkamah Agung pada tahun 2023, dan Zanin sebelumnya pernah menjadi pengacara pribadi politisi sayap kiri tersebut.

"Hanya dengan goresan pena, atas permintaan mantan rekannya, [Zanin] mengubah aturan main di tengah pertandingan," ujar Bolsonaro dalam pidatonya pada Minggu malam.


Pemilu Israel, Gadi Eisenkot Ancam Posisi Benjamin Netanyahu

Sebelumnya

Menlu Arrmanatha: Korban Pertama Kebakaran Hutan adalah WNI

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Dunia