Sebuah insiden tidak biasa terjadi di dunia penerbangan komersial Amerika Serikat ketika para penumpang dihadapkan pada pilihan sulit di dalam kabin pesawat. Berdasarkan laporan yang diangkat dari liputan media, sebuah video yang dibagikan oleh pemandu acara televisi Jennifer Coffey mendadak viral di media sosial.
Peristiwa unik tersebut dilaporkan terjadi di salah satu gerbang keberangkatan maskapai Delta Air Lines di Bandara LaGuardia (LGA), New York City. Suasana di dalam kabin mendadak riuh tatkala sang pilot keluar kokpit dan menyampaikan sebuah pengumuman yang di luar kebiasaan normal penerbangan.
Dalam pengumumannya, sang pilot menjelaskan bahwa pada penerbangan sebelumnya, seekor anjing dilaporkan telah buang air kecil di dalam area kabin pesawat. Akibat insiden tersebut, pihak maskapai dihadapkan pada dilema operasional antara membersihkan kotoran yang dikhawatirkan akan memicu penundaan jadwal keberangkatan atau langsung terbang sesuai jadwal.
Guna mencari solusi cepat, pilot tersebut secara demokratis meminta para penumpang untuk melakukan pemungutan suara melalui angkat tangan. Para penumpang diberikan opsi pilihan apakah mereka memilih untuk berangkat tepat waktu meskipun kondisi kabin masih menyisakan bau urine anjing atau menunggu proses pembersihan selesai.
Video singkat yang merekam momen pemungutan suara itu sontak memicu perdebatan sengit di jagat maya setelah diunggah oleh Jennifer Coffey. Kolom komentar pada unggahan tersebut langsung dipenuhi oleh beragam tanggapan dari warganet yang terbelah menjadi beberapa kubu berbeda.
Sebagian warganet menyatakan tidak mempermasalahkan bau tidak sedap tersebut asalkan penerbangan bisa berangkat tepat waktu. Kelompok ini berargumen bahwa dalam pengalaman mereka, beberapa penumpang manusia terkadang juga tidak memiliki tingkat higienitas yang baik, sembari tetap menunjukkan rasa simpatinya atas insiden kecelakaan kecil yang dialami hewan tersebut.
Sebaliknya, sebagian penumpang lainnya secara tegas menyatakan keberatan dan menuntut penggantian pesawat baru hingga permohonan pengembalian dana (refund). Kendati demikian, rilis tersebut tidak merinci secara pasti hasil akhir dari pemungutan suara tersebut serta ketersediaan opsi pergantian pesawat di gerbang.
Kasus hewan peliharaan atau anjing yang meninggalkan kotoran di area penerbangan bukanlah yang pertama kalinya terjadi di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Baru-baru ini, insiden serupa juga dialami oleh penumpang maskapai Southwest Airlines, di mana mereka terpaksa melompati kotoran berukuran besar yang ditutupi handuk kertas akibat ulah seekor anjing pemandu berukuran besar.
Berbicara mengenai regulasi penerbangan di Amerika Serikat, Departemen Perhubungan (DOT) menetapkan aturan yang sangat jelas untuk membedakan antara anjing pemandu (service dogs) dan hewan peliharaan biasa.
Maskapai penerbangan diwajibkan untuk menerima anjing pemandu bagi penyandang disabilitas dengan dokumen yang sah, meskipun akses dapat ditolak apabila perilaku atau ukuran hewan tersebut dianggap mengancam keselamatan. Sementara itu, hewan peliharaan biasa dikenakan pembatasan ketat terkait ukuran, berat, serta penempatan kursi kabin untuk menjaga kenyamanan bersama.



KOMENTAR ANDA