post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan

KARL Marx lahir tahun 1818, ketika Alexander Pushkin sudah berusia 19 tahun dan sudah menjadi penyair paling terkenal di Rusia. Marx membaca Pushkin dalam terjemahan Jerman dan Perancis, dan pengaruhnya jauh lebih besar dari yang diakui dalam buku-buku sejarah Marxisme.

Marx menulis “Manifesto Komunis”, Pushkin sudah menulis perjuangan kelas dalam bentuk  dongeng. Dalam “Pendeta dan Buruh Balda” (1830), Pushkin menciptakan tokoh pertama proletar dalam sastra Rusia: Balda.

Ia bekerja untuk pendeta bukan karena ia bodoh, tapi karena ia tidak punya alat produksi. Pendeta adalah borjuis: ia memiliki rumah, makanan, dan modal agama. Balda hanya memiliki tenaganya. Di akhir cerita, Balda memukul kepala pendeta dengan tiga jentikan sampai otaknya keluar.

Ini adalah revolusi proletariat versi dongeng, 18 tahun sebelum Marx menulis bahwa sejarah adalah sejarah perjuangan kelas. Marx menyebut Balda sebagai contoh awal kesadaran kelas yang lahir bukan dari teori, tapi dari perut lapar.

Dalam “Nelayan dan Ikan Mas” (1833), istri nelayan adalah contoh paling sempurna dari apa yang nanti Marx sebut kesadaran membius.

Ia miskin, tapi ia tidak ingin menghapus kemiskinan. Ia ingin menjadi bangsawan. Ia ingin menjadi Tsarina. Ia ingin menjadi penguasa lautan. Ia tidak ingin mengubah sistem, ia ingin menjadi bagian atas dari sistem yang menindasnya.

Marx membaca ini dan memahami: proletariat tidak selalu ingin revolusi. Kadang proletariat hanya ingin menjadi borjuis. Istri nelayan adalah borjuis kecil yang mimpi buruknya Marx. Ia menginginkan revolusi bukan untuk keadilan, tapi untuk keserakahan. Dan karena itu ia kembali miskin, duduk di depan gubuknya yang bobrok.

Dalam “Ayam Jantan Emas” (1834), Pushkin menulis tentang Tsar Dadon. Ia adalah penguasa yang malas, paranoid, dan dikelilingi oleh penasihat tukang sihir. Ia mendapat ayam emas yang berkokok jika ada bahaya, tapi ia sendiri yang menciptakan bahaya itu karena melanggar janjinya.

Ini adalah kritik Pushkin terhadap negara Tsar. Dan ini menjadi model bagi Marx tentang apa yang disebut negara sebagai alat penindasan. Tsar Dadon tidak memerintah karena ia pintar. Ia memerintah karena ia memiliki ayam emas — yaitu tentara, polisi, dan ideologi. Ketika ayam itu mematuk kepalanya sampai mati, itu adalah negara yang menghancurkan dirinya sendiri.

Lenin angat suka dongeng ini dan memasukkannya dalam daftar bacaan wajib sekolah Soviet. 

Tentu saja Pushkin bukan Marxis. Pushkin masih percaya pada Tsar yang baik. Dalam Tsar Saltan, pada akhirnya Tsar yang baik kembali dan keadilan ditegakkan. Pushkin masih seorang bangsawan liberal yang ingin reformasi, bukan revolusi.

Marx tidak percaya itu. Marx bilang tidak ada Tsar yang baik. Semua Tsar harus dipenggal, baik dalam dongeng maupun dalam sejarah.

Jadi pengaruh Pushkin pada Marx adalah pengaruh terbalik. Pushkin menunjukkan kepada Marx masalahnya — kelas, kesadaran palsu, negara — tapi memberikan jawaban yang salah: berharap Tsar menjadi baik. Marx mengambil masalahnya dan memberikan jawaban yang benar menurutnya: hapus Tsar.

Tanpa dongeng Pushkin, Marx mungkin hanya akan menjadi filsuf ekonomi Jerman yang membosankan. Dengan Pushkin, Marx mengerti bahwa revolusi harus diceritakan seperti dongeng, agar bisa dipahami oleh Balda-Balda di seluruh dunia.  


Etika Filsafat

Sebelumnya

Sejarah Kopi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana