Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
NASKAH ini bukan membahas Magnifica tapi Magnificat dengan T di akhir kata.
Memang benar bahwa Johann Sebastian Bach sempat menggu ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajar Kemanusiaan
SAYA banyak belajar tentang kebudayaan game dari pencipta “Lokapala” sebagai game pertama bertema Indonesia, Ivan Chen. Dar ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
FENOMENA akumulatif berbelit ternyata hadir pada proses evolusi kelirumologis terhadap terminologi Indian. Gegara Columbus keli ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SEJAK ribuan tahun manusia membayangkan naga: makhluk besar yang menyembur api dari mulutnya. Api itu simbol kekuatan, kemarahan, dan ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SEBAGAI warga negara Indonesia yang patuh pada Sumpah Pemuda 1928 mengenai Satu Bahasa, Bahasa Indonesia, saya berkiblat pada pemakna ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
KEARIFAN Jawa memiliki pitutur luhur untuk inkosistensi yakni Esuk Dhele, Sore Tempe alias dalam bahasa Indonesia : pagi kedele, sore ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
PEMILU 2029 makin mendekat maka tidak ada salahnya mari kita bersama terawang apa yang akan terjadi.
Orde Reformasi menghadirkan d ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SEJAK mulai belajar membaca dan menulis, tanpa sadar ternyata saya menggunakan alfabet yang berasal dari bahasa Yunani kuno. Alfa ada ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
ISI naskah ini bukan tuduhan tetapi analisis. Maka mohon fakta bahwa di belakang judul naskah ini ada tanda tanya, jangan diaba ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
BHUTAN tergores dengan tinta emas pada lembaran sejarah dunia sebagai negara pelopor indeks kebahagiaan . Ketika menjelang akhir abad ...
By
Popular posts
1
Anak Emas FIFA? Ketika Messi Dipuja, Ronaldo Diperlakukan Berbeda