Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
PADA hakikatnya kata kualat bukan kata bahasa Indonesia asli karena secara etimologis berasal dari bahasa Jawa. Kamus Besar Bahasa In ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
KEPRIBADIAN seorang saintis sejati senantiasa rendah hati dan tidak malu mengakui dirinya masih harus banyak belajar sebab sadar bahw ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
PATRCIA Janečková lahir 18 Juni 1998 di Münchberg, Jerman, dari orang tua warga Ceko. Sejak masa kanak-kanan suaranya su ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
TAHUN 1920, filsuf Inggris Bertrand Russell tinggal 9 bulan di China. Dari pengamatannya lahir buku relatif tipis berjudul “The ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
ERICH Fromm (1900-1980) adalah seorang psikolog, filsuf, dan sosialis Jerman-Amerika yang dikenal karena karyanya tentang psikoanalis ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
DI dalam syair lagu Bengawan Solo terdapat kalimat “Mata Airmu dari Solo, Terkurung Gunung Seribu”. secara metafori ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SAYA pengagum tulisan-tulisan Sigmund Freud yang menurut selera saya jauh lebih enak dibaca ketimbang tulisan-tulisan Karl Marx. Namu ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
DI masa kini saya sudah terbiasa dengan budaya kebersihan mulai dari mandi sampai buang air kecil dan besar bukan di ruang terbuka na ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
DI dalam naskah ini, saya sengaja lebih fokus ke Mohenjo Daro ketimbang Harappa meski keduanya termasuk ke Perabadan Lembah Indus. Na ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
KATA “Odyssey” selalu tentang perjalanan panjang: tersesat, diuji, lalu pulang. Dari mitologi Yunani sampai luar angkasa, ...
By
Popular posts
1
Prof. Emir: Kebakaran Gambut Tidak Bisa Dihadapi dengan Cara Konvensional