Sabdo Palon, penasehat Majapahit terakhir, bersumpah: 500 tahun Jawa akan dikuasai agama dari tanah seberang , lalu ajaran leluhur bangkit lagi. Naya Genggong, adiknya, menemani. Sumpah itu menjadi tr ...
Itu perlawanan bahasa. Kita tolak jadi objek terus. Kita pilih jadi subjek yang memberi, walau yang kita kasih cuma tenaga, waktu, atau maaf.
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Keman ...
Maka jika ingin mempelajari lebih mendalam tentang apa yang disebut sebagai filsafat estetika keburuk-rupaan, Umberto Eco adalah satu di antara sekian banyak narasumber terbaik sepanjang masa.
Ol ...
Saat orang Indonesia bilang "makasih ya" sambil senyum, itu bukan transaksi kata.
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran
“TERIMA kasih” terdengar sederhana. T ...
Jika ada elemen "acak" di dasar realitas, maka rantai sebab-akibat yang kaku itu patah, dan ada ruang bagi kebebasan atau peluang baru yang tidak terprediksi.
Oleh: Jaya Suprana, Pendir ...
Logikanya indah: karena gratis, maka harus dianggap sempurna.
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SYAIR lagu “Maju Tak Gentar Membela Yang Benar&rdq ...
Kita boleh beda kata, tapi sama-sama butuh fajar.
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
LAIN padang, lain belalang. Lain bahasa, lain bunyi.
Ayam jantan alias Jago ...
Kita tidak butuh Tuhan yang membelah laut merah atau membumi-hanguskan Sodom-Gomora.
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SEBUTAN “ateis” untuk Karen Armst ...
Dan hebatnya: kucing sama anjing Tidak pernah debat. Mereka cuma tidur bareng di sofa. Yang debat kita manusia.
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
MANUSIA punya buda ...
Masing-masing definisi terperangkap dalam jebakan limitasi daya-pikir dan daya-ungkap manusia yang secara kodrati memang mustahil sempurna akibat memang mustahil ada manusia yang sempurna.
Oleh: ...
By
Popular posts
1
Anak Emas FIFA? Ketika Messi Dipuja, Ronaldo Diperlakukan Berbeda