Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
KITA sering dengar kata "keliru". Tapi jarang ada yang serius menelaahnya padahal kekeliruan punya spesies, habitat, dan ca ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
BAHASA kita sering menipu. “Ikhlas” dan “pasrah” dipakai silih berganti buat menghibur orang gagal. Padahal k ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “Paus“ adalah homonim karena memiliki dua makna berbeda berdasarka ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
PERNAH dengar cerita seseorang sembuh hanya setelah minum "pil gula"? Kedengarannya seperti sulap. Padahal itu fenomena ber ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
30 Juni 2026 Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Nadiem Makarim dalam perkara du ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
BAYANGKAN serpihan kertas putih jatuh dari langit. Tidak ada yang sama persis. Itulah `bunga salju`. Sepele, tapi menyimpan hukum ala ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
KETUA SETARA Institute, Hendardi dalam Keterangan Pers tanggal 30 Juni 2026 membuka kembali debat lama: sejauh mana TNI boleh masuk k ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
MANUSIA punya satu otak, oktopus punya sembilan otak, sungguh ajaib bahwa ubur-ubur malah sama sekali tidak punya otak. Nol otak alia ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
TERVIRAL berita bahwa Pemprov DKI Jaya akan membangun Jembatan Cinta lengkap dengan Gembok Pasangan demi menambah daya tarik wisata d ...